Cara Membudidayakan Keong Sawah Menjadi Rupiah

Cara Membudidayakan Keong Sawah Menjadi Rupiah

arsdbombers.com – Pernahkah anda memakkan keong sawah? Dengan bumbu kecap, ditambah cabe yang lumayan banyak, kemudian dicampur dengan berbagai macam bumbu.

Lalu cara masaknya benar-benar mengerti bagaimana mengolah menjadi makanan yang lezat.

Pasti aka nada sensasi ketika masakan keong dengan bumbu kecap ini mulai masuk ke dalam mulut.

Pelan tapi pasti mulai mengunyahnya, terus dan terus tanpa terasa olahan keong yang sudah masuk kedalam mulut kemudian habis.

Lalu kita mengambil kembali, mengambil kembali dan terus, terus sampai tidak terasa satu porsi sudah habis kita santap dengan nasi putih hangat tentunya.

Sungguh sensasi makanan yang tiada tandingannya, dimana kita bisa menikmati keong sawah dengan bumbu kecap tersebut ?

Kalau anda dari luar Jawa, kami rekomendasikan di Jawa khususnya Jawa tengah ada tempat rekreasi sekaligus tempat wisata kuliner.

Yang bisa memanjakan lidah anda dengan sensasi masakan dari keong yang cara mengolahnya sudah benar-benar jago.

Tepatnya ada di kota Banyubiru, di situ ada satu tempat yang mana ada tempat rekreasi sekaligus wisata kuliner.

Nama tempatnya adalah Muncul, di situ ada wisata kuliner yang menu favoritnya adalah keong.

Tidak usah kami menjelaskan panjang dan lebar, karena nantinya kita akan semakin menelan ludah, karena ingin mencicipi sensasinya.

Sensasi memakan keong dengan bumbu kecap ini, semoga anda semua bisa kesampaian untuk membuatnya sendiri atau pergi ke kota Banyubiru tepatnya di Muncul.

Keong sebenarnya adalah hewan yang mengganggu pertumbuhan tanaman yang sedang ditanam oleh petani.

Keong ini berarti adalah hama, yang memang harus dihilangkan,karena kalau tidak tentu akan menghambat pertumbuhan dari tanaman yang sedang ditanam oleh petani.

Biasanya keong ini memakan tanaman padi di sawah, hewan yang satu ini merupakan musuh utama para petani.

Keong merupakan hewan yang bisa dikatakan rakus, karena akan memakan semua tumbuhan dan termasuk bibit padi yang masih muda.

Oleh sebab itu apabila hama keong sawah tidak dikendalikan, maka akan mengakibatkan para petani mengalami kerugian dengan gagalnya panen.

Karena memang habitat keong sawah ini ada ditanah persawahan, sehingga jenis keong ini lebih dikenal dengan sebutan keong sawah.

Biasanya kita bisa melihat keong sawah ini ketika petani mulai menanam benih padi, pada saat itu keong sawah sudah mulai bertelur.

Bahkan sebagian sudah ada juga yang menetas telur-telurnya, padahal kalau sudah bertelur, satu indukan dari keong ini bisa mencapai puluhan telur.

Makan dalam upaya membantu petani agar panennya bisa maksimal, kita ambil keong-keong yang sudah cukup besar untuk dibudidayakan di sekitar rumah kita.

Karena keong sawah ini di dalam tubuhnya mengandung omega 3, omega 6, dan omega 9, serta protein yang cukup tinggi.

Hewan yang sebenarnya merupakan hama di sawahnya para petani ini ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang melimpah.

Kalau kita hanya mencarinya di sawah, tentunya akan kehabisa stok, mengingat permintaan pasar yang semakin tinggi.

Maka langkah yang paling tepat adalah dengan cara membudidayakannya tentunya dengan cara yang mudah dan cepat.

Karena kandungan gizinya yang sangat baik untuk dikonsumsi, tetapi ada juga diantara kita yang sangat tidak suka karena alasan jijik.

Cara Membudidayakan Keong Sawah menjadi Rupiah
Cara Membudidayakan Keong Sawah menjadi Rupiah

Budidaya keong sawah ini sebenarnya sangat mudah, karena kita tidak perlu memperhatikan detail dari perkembang biakannya.

Bagi anda yang masih baru sekaipun dalam budidaya keong sawah akan sangat dimudahkan di dalam membudidayakannya.

Dengan modal yang bisa dibilang sedikit, kita sudah bisa membudidayakan keong sawah ini dengan mudah.

Sebagai contoh yang paling mudah adalah, apabila kita sudah mempunyai bekas kolam ikan yang sudah lama mangkrak.

Maka kita bisa memanfaatkan kolam ikan yang sudah tidak terpakai itu sebagai tempat budidaya keong sawah.

Berikut ini ada beberapa langkah agar kita bisa membudidayakan keong sawah dengan mudah :

Langkah Pertama

Mempersiakan kolam budidaya keong

Tahap ini adalah tahap paling crusial, kenapa ? karena tanpa adanya tempat untuk kita melakukan budidaya.

Maka besar kemungkinan kita tidak akan pernah merasakan yang namanya budidaya keong.

Bisa anda memakai terpal, atau plastic yang tebal, sehingga kita lebih sedikit dalam mengeluarkan modal.

Kalau anda sudah mempunyai bekas kolam ikan yang sudah tidak terpakai, bisa juga kolam ikan tersebut digunakan sebagai tempat budidaya keong sawah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin membudidayakan keong sawah adalah :

  1. Harus ada kolam budidaya
  2. Lokasi kolam harus dekat dengan sumber air
  3. Dijauhkan dari peternakan bebek (karena keong merupakan makanan bebek)
  4. Lokasi budidaya harus langsung terkena sinar matahari
  5. Hindari pemilihan lokasi budidaya dari tempat yang sering terkena banjir
  6. Sesuaikan lebar kolam dengan selera anda
  7. Karena budidaya keong ini bau, maka jauhkan tempatnya dari perumahan penduduk

Sepertinya hanya itu syarat utama yang harus diperhatikan ketika anda memang berniat ingin membudidayakan keong mas atau keong sawah.

Tatacara menyiapkan tempat budidaya keong mas atau keong sawah.

Kolam yang sudah siap, kemudian di isi dengan air dengan ketinggian 25 – 30 cm, semua tergantung dengan ketinggian kolam budidaya ya..

Masukkan pula tanaman air, yang tentunya bisa mengapung seperti enceng gondok atau teratai.

Jangan lupa untuk menambahkan ranting pohon yang berguna sebagai tempat bertelur keong sawan nantinya.

Jangan langsung masukkan keong sawah yang sudah anda persiapkan, biarkan kondisi air sampai berubah warna dahulu.

Karena ketika hidup dialam liar keong sawah lebih suka dengan air yang mengalir, maka jangan lupa untuk menyiapkannya juga.

Setelah semua siap, maka keong sawah sudah siap untuk dibudidayakan.

Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah :

Ketika keong yang siap untuk dibudidayakan berada di dalam kolam, anda harus terus memantau, Kenapa?

Karena pada saat seperti ini keong rentan untuk mati, maka ketika menjumpai keong yang sudah mati.

Segera di pisahkan dengan keong yang masih hidup, kalau tidak segera di pisah maka akan terjadi kematian masal (pengalaman kami)

Dan pastikan kondisi kolam budidaya airnya harus terus mengalir, agar air di dalam kolam bisa terus berganti.

Baca juga :

Cara Budidaya Jahe Merah Dengan Hasil Melimpah

Budidaya Ikan Patin Dengan omzet Puluhan Juta

Cara Budidaya Ikan lele dengan Mudah

Kalau tidak maka akan muncul bau yang lumayan membuat tetangga marah, jadi pada tahap ini anda semua harus benar-benar memperhatikan.

Langah kedua   

Kalau anda sudah bisa mengendalikan kematian keong pada saat memasukkan ke dalam kolam, maka pada tahap ini anda sudah bisa melihat hasilnya.

Yaitu keong yang masih bertahan akan segera bertelur, biasanya pada hari ke 6 – 7 setelah keong berada di dalam kolam. inilah Cara Membudidayakan Keong Sawah menjadi Rupiah

Maka keong ini akan bertelur, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Diantaranya adalah jauhkan dari predator yang siap memakan telur yang baru ditetaskan.

Biasanya adalah semut serta hewan kecil lainnya. Setelah itu anda hanya perlu melakukan pengawasan saja.

Jangan lupa untuk memberi pakan, bisa berupa daun daunan yang masih segar sepertidaun lompong, daun ketela, daunt alas dan daun yang memang disuka oleh keong.

Sayuran juga bisa diberikan, karena keong memang lebih menyukai daun, seperti sawi, bayam, kangkung dan beberapa sayur yang di suka.

Jangan berikan keong dengan daun yang tidak disuka, karena akan berubah menjadi sampah dan akan mengganggu pertumbuhan keong.

Jangan sampai pakan di dalam kolam sampai habis, karena keong ini termasuk hewan yang rakus, jadi ketersediaan pakan harus terus diperhatikan.

Keong yang sudah dewasa tentunya akan memakan daun yang anda berikan, sedangkan keong yang masih kecil akan memakan lumut.

Berikan pakan secara teratur agar ukuran keong ketika dewasa ukurannya bisa sama besarnya.

Dan tentunya bisa sesuai dengan permintaan pasar ketika sudah memasuki masa panen.

Langkah Ketiga

Pemanenan keong mas atau keong sawah

Kapan waktu yang baik ketika akan memanen keong mas ini?

Kalau keong dilihat secara kasat mata sudah mulai besar, maka keong mas atau sawah ini sudah siap dipanen.

Dalam kurang lebih kurun waktu satu bulan, anda sudah bisa memanen keong mas yang sudah anda budidayakan.

Pada tahap pemanenan yang perlu diperhatikan antara lain adalah :

Biasanya keong tidak bisa tumbuh secara bersamaan, jadi pemanenan ada dua, yaitu pemanenan dengan mengambil yang sudah besar saja, dan pemanenan secara keseluruhan.

Kalau sudah seperti ini semua tergantung dengan selera anda semua, tetapi saran dari kami, sebaiknya pemanenan dilakukan bersama saja.

Cara Membudidayakan Keong Sawah menjadi Rupiah

Alias dipanen semuanya, agar pada bulan berikutnya kita bisa memanen secara bersamaan.

Yang perlu diingat adalah, apabila anda memnjumpai keong yang sudah mati, maka sesegera mungkin untuk memisahkannya.

Agar tidak terjadi kematian masal, cirri yang bisa dilihat apabila keong sudah mati adalah :

Keong dalam posisi cangkang diatas dan tubuh masuk kedalam, cenderung diam dan tidak bergerak.

Setelah satu sampai dua hari biasanya tubuh keong akan terlepas dari cangkangnya, serta akan menimbulkan bau yang luar biasa.

Maka perlu diperhatikan jangan sampai anda menjumpai fenomena seperti ini, karena akan merugikan anda semua.

Selain hasil panen akan berkurang, tetangga pastinya juga akan marah karena bau yang ditimbulkan.

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga anda semua bisa sukses di dalam membudidayakan keong mas atau keong sawah ini.

Dan doa dari kami semoga anda bisa seperti yang anda harapkan, dan bisamendulang rupiah.

Semoga bisa menjadi pembudidaya yang bisa membawa perubahan bagi keluarga khususnya, dan orang lain pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *