Curhat Pasangan Yang Bekerja Di Rumah Sakit

Curhat Pasangan Yang Bekerja Di Rumah Sakit

arsdbombers.com – Curhat ini semata-mata hanya untuk menguatkan kami sekeluarga saja, karena semua bermula dari virus corona, yang mana kesehatan kami menjadi taruhannya.

Mungkin kisah ini tidak kami saja yang mengalaminya, tetapi ribuan bahkan jutaan orang diluar sana yang mengalaminya karena pasangan hidup kami adalah tenaga kesehatan.

Semua pasti sudah pada tahu bahwa dunia pada saat ini sangat-sangat ketakutan dengan salah satu makhluk ciptaan Allah Swt yang bernama Virus Corona atau Covid-19.

Hampir semua Negara sudah melakukan langkah antisipasi serta pencegahan agar semua warganya tidak menjadi salah satu penderita virus yang mematikan ini.

Dan untuk saat ini ternyata virus corona sudah banyak merenggut korban jiwa yang ada di seluruh dunia, tidak ada yang tidak ketakutan, semua ketakutan.

Dan pastinya selalu berdoa serta berusaha agar semua tidak terkena virus yang mematikan ini, semoga wabah corona ini segera berlalu dan pergi dari muka bumi.

Bagi anda semua yang menjadi pendidik dan tenaga kependidikan, ada himbauan dari pemerintah pusat untuk bisa melakukan pembelajaran dengan sistim online.

Semua siswa  baik putra maupun putri diliburkan, dan harus belajar dirumah, kurang lebih selama 14 hari disarankan untuk tidak keluar dari rumah.

Karena virus corona akan mati sendiri setelah 14 hari, kalau tidak ada yang terjangkiti, itu pengumuman dari para ahli yang kami dengarkan di tayangan televisi.

Jadi InsyaAllah semua peserta didik bisa selamat dan tidak akan terjangkiti oleh virus corona apabila mematuhi apa yang sudah menjadi himbauan dari pemerintah.

Untuk belajar di rumah dan selama 14 hari tidak keluar dari rumah, kalau mematuhi himbauan dari pemerintah tersebut InsyaAllah pasti akan selamat.

Berbeda halnya dengan bapak, ibu atau mbak-mbak yang bekerja diperusahaan, sampai detik ini masih ada perusahaan yang tetap memberangkatkan semua karyawannya tanpa terkecuali.

Mereka semua harus berjibaku dengan jalan raya, harus beradu ketegangan dengan pengendara lain yang semua takut untuk datang terlambat ketika masuk perusahaan.

Tetapi apakah perusahaan tempat mereka bekerja memperhatikan kesehatan pekerjanya? Kalau memperhatikan kesehatan pekerjanya.

Pastilah mereka (pekerja) akan diliburkan sampai batas waktu yang tidak tidak ketahui, karena penyebaran virus ccorona ini sangat beragam dan masif.

Kita tidak akan bisa mengetahui secara kasat mata, karena memang virus ini benar-benar kecil dan sangat-sangat kecil.

Kalau di Negara tetangga dan Negara-negara yang lain, hampir semua perusahaan, pusat perbelanjaan, jalan raya, tempat ibadah semua sudah melakukan lockdown atau tidak memperbolehkan satu warga pun untuk keluar dari rumah.

Tetapi kenyataannya di sini, di kota ini, di Negara ini kami masih menjumpai banyak dari penduduknya bekerja di luar rumah dengan mengabaikan kesehatan mereka sendiri.

Di benak kami dan hati pekerja yang harus bekerja di luar rumah sebenarnya juga ketakutan dengan virus corona yang sedang meraja lela ini dan masih belum diketemukan obatnya.

Tetapi apalah daya, semua demi sesuap nasi dan harus memenuhi tuntutan perusahaan untuk bisa berangkat bekerja walau harus mengabaikan kesehatan mereka sendiri.

Bisa dibayangkan, setiap perusahaan pasti mempunyai ribuan karyawan, yang berasal atau bertempat tinggal dari berbagai daerah, kemudian semua berkumpul menjadi satu.

Apakah di daerah tempat tinggalnya sudah terjangkiti virus corona ini atau belum tidak ada yang tahu, karena memang sampai saat ini belum ada pemerikaan kesehatan secara massal (di tempat kami belum ada).

Kami sebenarnya menunggu langkah pasti dari dinas terkait untuk sesegera mungkin bisa mengantisipasi agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.

Seberarnya semua penduduk di Negara ini ketakutan, tetapi karena harus memenuhi kewajiban dari berbagai profesi diantaranya buruh pabrik, pekerja kantoran, dan karyawan serta berbagai profesi yang tidak bisa kamisebut satu persatu.

Curhat Pasangan Yang Bekerja Di Rumah Sakit
Curhat Pasangan Yang Bekerja Di Rumah Sakit

Bisa dibayangkan kalau misalnya buruh pabrik atau karyawan, mereka pasti setiap harinya akan berkumpul dengan banyak orang, terutama teman-temannya di dalam perusahaan tempat mereka bekerja.

Dan semua karyawan setiap harinya harus berkumpul, bekerja di satu tempat dan satu ruangan, coba kita bayangkan, andai saja ada salah satu karyawan atau buruh pabrik yang sudah terpapar virus corona.

Kemudian dia bersalaman kepada teman-temannya, karena memang adat dan tradisi di Negara kita setiap bertemu dengan seseorang adalah bersalaman.

Dan temannya pasti punya teman, dan temannya punya teman dan seterusnya, maka sudah berapa tangan yang berjabat tangan pada hari itu?

Bisa dibayangkan bagaimana cepatnya virus corona ini menyebar hanya dalam hitungan detik, satu penderita bisa menularkan virus corona ke beberapa orang sekaligus.

Sebelum bekerja kemungkin ada dari salah satu karyawan tersebut ketika berangkat bekerja naik angkutan umum, sementara di dalam angkutan umum juga berjubel orang yang tidak mereka kenal.

Perlahan tapi pasti dan tidak bisa kita pungkiri, kalau seseorang sudah terjangkiti virus corona kemungkinan besar akan batuk-batuk serta bersin.

Kemudian secara reflek tangan akan menutup mulut, setelah batuk selesai kemudian tangan akan menyentuh apapun yang bisa disentuh.

Dan yang sudah disentuh oleh salah satu penderita virus corona tentunya akan disentuh oleh orang lain, kemudian akan bersalaman dengan teman-temannya.

Disisi lain teman yang diajak bersalaman tadi punya keluarga, apa tidak menjadi wabah yang penyebarannya bisa sangat cepat dan tidak terkendali?

Kalau memang cerita tersebut benar adanya, apakah kita sebagai manusia tidak akan merasa ketakutan? Karena sampai saat ini virus corona sudah menyebabkan kematian lebih dari 7000 orang di seluruh dunia bahkan lebih.

Hari ini kami membaca berita, ternyata banyak yang positif Corona tanpa gejala, seseorang yang terpapar corona atau covid-19 biasanya akan mengalami beberapa gejala.

Misalnya batuk, pilek disertao dengan demam, tatapi tidak terjadi pada actor Holywood Idris Elba, priakelahiran London justru tidak mengalami gejala-gejala yang seperti kebanyakan orang.

Apakah hal ini tida berbahaya? Karena orang yang terpapar virus corona tanpa gejala akan berpotensi menularkan kelebih banyak orang jika tidak ditangani dengan baik.

Untuk itu kami mohon kepada dinas terkait untuk segera melakukan tes secara massal agar penyebaran virus corona inibisa segera dikendalikan.

Baca Juga :

Itu baru beberapa cerita saja, di sini kami akan sedikit mencurahkan isi hati kami, karena tidak mungkin cerita ini akan kami pendam sendiri apalagi kami bagikan kepada pasangan hidup kami.

Pasangan hidup kami adalah seorang perawat yang sudah bekerja di salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang ada dikota kami.

Kurang lebih pasangan hidup kami sudah mengabdi di Rumah Sakit tersebut selama 8 tahun, pasangan hidup kami selalu bekerja dengan sangat giat dan tanpa lelah.

Itu ketika berada ditempat kerjanya yaitu Rumah Sakit, tetapi ketika sudah sampai rumah, kami yang biasanya menjadi tempat untuk meluapkan kekesalannya selama berada ditempat pasangan hidup kami bekerja.

Mulai dari pasien yang seenaknya sendiri, tidak mau menuruti apa yang sudah menjadi kebijakan Rumah Sakit, ada juga perlakuan dari keluarga pasien yang terkadang membuat jengkel.

Karena jam untuk membezuk sudah habis tetapi masih bersikeras untuk berada di dalam ruangan bersama dengan keluarga yang sedang dirawat.

Sebenarnya itu semua untuk kebaikan mereka sendiri, karena orang yang sedang dirawat itu membutuhkan ketenangan.

Membutuhkan waktu untuk sendirian, agar sakit yang dideritanya bisa segera pergi kemudian bisa sembuh dan berkumpul lagi dengan keluarga tercinta.

Itu hanya sedikit curahan hati dari pasangan hidup kami, tetapi pada saat ini, dengan adanya virus corona, kami sebagai pasangan hidupnya.

Tentu merasa was-was, kenapa? Karena pasangan hidup kami adalah orang yang pertama akan memegang dan akan menangani semua penyakit, salah satunya adalah penyakit yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan semua penduduk yang ada di muka bumi, yaitu virus corona.

Apakah kami sebagai pasangan hidupnya tidak khawatir, apakah anak-anak kami bisa dijamin kesehatannya 100 % selama pasangan hidup kami masih bekerja di Rumah Sakit?

Menurut ketua dari Ikatan dokter Anak Indonesia, dr. Aman Bhakti Pulungan mengatakan, “Kamilah pasukan khusus untuk perang (melawan corona) ini.

Baca Juga :

Langkah Pencegahan Agar Tidak Tertular Corona

Masalahnya musuhnya kami tidak tahu, berapa jumlah musuhnya. Kami tidak bisa melihat musuhnya dimanapun saat ini. Kami tidak dikasih senjata yang lengkap”.

Itu adalah sepenggal pengakuan yang di sampaikan oleh dr Aman Bhakti Pulungan dalam acara Mata Najwa, Beliau adalah ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia yang berbicara.

Berarti bisa kita bayangkan kalau ketua dari para dokter saja sudah seperti itu, terus bagaimana dengan nasib pasangan hidup kami?

Langkah kongkrit apa yang harus kami lakukan? Pastinya kami sudah menyuruhpasangan hidup kami untuk tidak berangkat bekerja.

Tetapi kembali lagi kepada nilai pengabdian yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya, pasti dan selalu pasangan hidup kami menjawab…

“Kasihan yang sedang sakit, mereka membutuhkan perawatan yang intensif agar mereka bisa sembuh…”

Di dalam benak kami sebenarnya juga campur aduk, di satu sisi ada nilai kemanusiaan yang memang harus dibantu dan segera ditangani, tetapi disisi yang lainnya, pasangan hidup kami juga punya keluarga, punya anak yang harus dijaga juga kesehatannya.

Dan perlu anda ketahui, pasangan hidup kami bukanlah Pegawai Negeri, pasangan hidup kami masih PHL atau Pekerja Harian Lepas.

Yang sewaktu-waktu bisa dipecat kapan saja, atau (kami tidak berdoa) kalau ada apa-apa pihak Rumah Sakit pasti segera mencari penggantinya.

Tetapi kami patut berbangga karena mempunyai pasangan hidup yang rela mengorbankan hidupnya demi hidup orang lain.

Semoga semua kebaikanmu dibalas setimpal oleh Allah Swt yaa pasangan hidupku..doa yang bisa kami panjatkan adalah semoga diberi kesehatan serta kesabaran.

Agar bisa melayani dengan sepenuh hati semua orang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan lembutmu.

Agar mereka yang saat ini sedang terbaring sakit bisa segera sembuh dan tentunya bisa berkumpul lagi dengan keluarga mereka tercinta.

Pesan kami kepada instansi yang terkait, kami mewakili semua para suami atau istri serta anak-anak mereka yang saat ini ditinggalkan untuk bekerja di Rumah Sakit manapun.

Kami hanya berpesan, berilah pasangan hidup kami peralatan yang memadai untuk melawan berbagai jenis penyakit khususnya penyakit dari virus corona.

Mereka juga punya keluarga yang ditinggalkan di rumah, yang mana keluarga yang ditinggalkan juga tidak mengetahui apakah ayah atau ibunya yang bekerja di Rumah Sakit tertular virus corona atau tidak.

Apa juga seorang ayah atau ibu yang bekerja manjadi tulang punggung dan membantu perekonomian keluarga harus dijauhi ketika sedang sakit?

Memang harus dijauhi, tetapi apakah kami tega, orang yang kami kasihi, orang yang kami sayangi sudah berjuang untuk membantu seseorang yang tidak dikenalnya yang  sedang berjuang untuk memperoleh hidupnya kembali.

Kemudian apakah pasangan hidup kami harus berjuang sendiri untuk mempertahankan hidupnya sendiri?

Mengalir air mata kami apabila memang seperti itu akhir dari pengabdiannya selama ini, lemas tubuh ini kalau memang semua itu terjadi.

Semoga apa yang kami khawatirkan tidak terjadi, tentunya kepada seluruh pejuang-pejuang kesehatan dimanapun anda berada.

ANDA HEBAT, ANDA KUAT, ANDA LUAR BIASA, mau mengorbankan hidup sendiri untuk kehidupan orang lain, ANDA MEMANG LUAR BIASA.

Semoga kebaikan anda dibalas setimpal oleh Allah Swt, dan kelak dimasukkan ke dalam SURGA yang sudah Allah Swt janjikan.

Dan besar harapan kami kepada dinas terkait, mohon berilah semua pejuang-pejuang kesehatan dengan alat tempur yang benar-benar bisa menangkal virus yang mematikan ini.

Syukur-syukur sudah ada obat yang benar-benar bisa membuat sembuh, agar virus corona yang ada di seluruh dunia ini bisa pergi untuk selamanya.

Inilah sekelumit curahan hati dari kami mempunyai pasangan hidup yang bekerja di Rumah Sakit, untuk membantu kesembuhan orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Kami tidak mengharap balasan dari anda semua, semua kabaikan serta keikhlasan pasangan hidup kami selama melayani dengan sepenuh hati keluarga bapak ibu selama dirawat dengan sesuatu.

Tetapi kami hanya meminta sedikit pengertian dari bapak ibu semua, ketika anda memang mempunyai uang untuk membayar, janganlah semena-mena.

Pasangan hidup kami juga manusia yang mempunyai hati dan perasaan, bayangkan saja kalau misalnya perawat itu adalah keluarga anda, bisa ayah anda, ibu anda, anak anda atau siapapun yang ada hubungannya dengan anda.

Kemudian diperlakukan dengan semena-mena, apakah anda akan menerimanya? Untuk itu kami hanya titip sedikit pesan saja.

Uang bisa dicari, teman bisa kita datangi, tetapi kalau sakit sudah menghinggapi, kesehatan yang kita nanti.

Ternyata kesehatan itu sangatlah mahal, sehingga kita sebagai umat manusia yang ada di dunia ini hendaknya bisa menjaga kesehatan.

Janganlah keluar rumah, tetap didalam rumah saja, semua aktifitas di luar rumah untuk saat ini tolong ditinggalkan.

Biarlah pasangan hidup kami saja yang bekerja di luar rumah, karena di Rumah Sakit sudah menunggu orang yang membutuhkan tangan lembutnya.

Biarlah kami saja yang merasa was-was dengan kesehatan pasangan hidup kami, dan tentunya kesehatan kami dan anak-anak kami.

Curhat Pasangan Yang Bekerja Di Rumah Sakit

Mohon doanya agar kami, dan seluruh pejuang kesehatan yang ada di seluruh dunia bisa sehat semua, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga yang sudah sangat merindukannya.

Demikian curahan hati kami, mohon maaf kalau ada pihak-pihak yang kurang berkenan, karena ini memang curahan hati kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *