Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya

Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya

Tidak dapat dipungkiri kalau setiap orang yang menikah pasti salah satu tujuan utamanya adalah menginginkan adanya keturunan.

Yang akan melanjutkan garis keturunannya kelak, sementara kalau seorang ayah atau ibu menikahkan putra putrinya tentunya agar mendapatkan atau memperoleh cucu.

Sebelum bayi dilahirkan pun biasanya kedua orang tua sudah menentukan rencana, apakah nanti bayi yang akan dilahirkan oleh istrinya terlahir laki-laki atau perempuan.

Dan biasanya kedua pasangan suami istri itu sudah menentukan perlengkapan yang kelak akan dikenakan oleh buah hati yang sangat didambakannya.

Diantaranya adalah baju, celana, sepatu, yang tentunya sesuai dengan keinginan kedua orang tua, kalau orang tuanya menyukai warna ungu, pasti baju dan perlengkapan yang dibeli cenderung berwarna ungu atau setidaknya ada nuansa ungu.

Tetapi kalau orang tuanya menyukai warna hijau, sudah dapat dipastikan baju dan perlengkapan bayinya semua berwarna hijau.

Itulah salah satu keasyikan atau enaknya sudah berumah tangga, yaitu menyambut datangnya atau hadirnya buah hati yang kelak akan melanjutkan garis keturunan mereka.

Selain itu pasangan yang menantikan buah hati yang akan terlahir ke dunia tentunya juga sudah menentukan nama apa yang pantas untuk disandangkan untuk buah hatinya.

Orang tua mana yang memberi nama anaknya asal-asalan? Tentunya akan dipikirkan secara matang dari segi bahasa, makna, serta artinya.

Semua sudah diperhitungkan dengan sangat masak-masak, termasuk ketika bayi masih di dalam kandungan, kedua orang tua sudah memberi kesehatan.

Dengan cara secara rutin memeriksakan kesehatan ibu dan bayinya serta meminta kepada dokter agar memberikan vvitamin yang baik untuk perkembangan janin yang sedang dikandung oleh istrinya.

Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya
Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya

Begitu buah hati sudah dilahirkan melalui bantuan dokter atau bidan, kata pertama yang terucap pasti bagaimana kondisi anak saya dokter?

Terlahir laki-laki atau perempuan? Seketika dokter atau bidan yang membantu persalinan memikul tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan yang sangat berat tersebut.

Kanapa? Karena kelamin bayi yang baru dilahirkan, bisa jadi tidak sesuai dengan keinginan kedua pasangan yang sedang berbahagia karena baru saja mendapatkan titipan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak cuma itu saja pertanyaan yang ditanyakan oleh kedua pasangan tersebut, biasanya pertanyaan yang diberikan kepada dokter atau bidan selanjutnya adalah.

Apakah bayi saya terlahir normal? Kakinya dua, tangan dua dengan jari-jari lima di sisi kanan dan lima di sisi kiri, mukanya seperti apa dan seterusnya.

Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat dan tentunya lengkap semua yang ada di dalam tubuhnya.

Orang tua mana yang menginginkan buah hatinya tidak selamat, atau terlahir dengan menderita penyakit dan kelainan keturunan?

Pastinya sebelum proses persalinan kedua orang tua sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sekuat tenaga walau harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Mereka tidak memperdulikan itu semua, semua demi lahirnya buah hati agar sehat  normal dan kelak bisa menjadi anak yang  cerdas dan pintar.

Sudah sejak jaman dahulu orang yang ada di dunia ini mengetahui dari pengalaman yang sudah turun temurun bahwa seorang anak atau buah hati pasti akan mengikuti karakter kedua orang tuanya.

Tidak hanya dilihat dari segi jasmaninya saja, tetapi juga dari segi tingkah laku, gestur pembawaannya dan kejiwaannya.

Sering kali kita juga bisa menebak bahwa anak itu ayahnya yang itu, karena memang anak sering kali mewakili ayahnya, bisa ucapannya, senyumnya, perangainya dan tingkah lakunya.

Namun di dunia ini tidak ada yang bisa 100 % sama persis dengan orang lain, walau itu keturunan yang kembar secara identik sekalipun.

Semua pasti ada perbedaannya, kalau semua bisa sama persis, dari gaya bicaranya, perilakunya, senyumnya, jalannya, dan tertawanya tentunya ilmu pengetahuan tentang Genetika Manusia tidak akan pernah ada.

Semua orang memiliki perbedaan-perbedaan sifat keturunan, yang dalam keadaan tertentu dapat nenyebabkan terjadinya abnormalitas.

Akan tetapi karena sifat yang merugikan itu tidak selalu memperlihatkan ekspresinya, maka orang yang sesungguhnya memiliki sifat yang merugikan itu lalu menganggap dirinya normal.

Sebaliknya apabila terdapat suatu penyakit atau kelainan keturunan di dalam suatu keluarga, maka biasanya keluarga itu akan menyembunyikan penyakit atau kelainan itu karena mempunyai rasa malu jika sampai diketahui orang lain.

Maka dari itu terciptalah ilmu Genetika Manusia yang diciptakan oleh GREGOR MENDEL pada tahun 1822 sampai dengan 1884.

Beliau memperkenalkan teori-teorinya tentang keturunan yang kemudian dikenal sebagai Hukum Keturunan dari Mendel.

Maka sesungguhnya ilmu pengetahuan tentang keturunan manusia sebenarnya sudah ada di dunia sejak 1500 tahun yang lalu.

Pada waktu itu telah ada laporan tentang adanya kelainan pendarahan yang diturunkan pada bangsa Taimud,dan kemudian dengan jelas digambarkan secara klinis pada tahun 1803 pada suatu keluarga di Hampshire.

Dan pada abad ke 18 Maupertulis sudah menyelidiki sifat diwariskannya albino dan polidaktili atau mempunyai jari lebih, yang biasanya ada lima jari, di situ ada enam atau lebih.

Setelah para ilmuwan menemukan alat mikroskop dan kemudian dikenal kromosom, maka penelitian biologi umumnya dan Genetika khususnya mengalami kemajuan dengan cepat.

Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya
Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya

Bentuk, struktur kromosom tak lama kemudian diketahui, Genetika Manusia sendiri dimulai dengan ditemukannya golongan darah ABO oleh Landsteiner pada permulaan abad ini.

Beberapa penyakit keturunan seperti buta warna, hemophilia, thallasemia, phenilketonuria (PKU), dan sebagainya lalu dapat dipastikan bahwa penyebabnya adalah sesuatu yang terdapat di dalam kromosom.

Sejak dapat dipastikan jumlah kromosom di dalam sel tubuh orang sebanyak 46 pada tahun 1956, maka mulailah diketahui adanya berbagai cacat atau kelainan yang berhubungan dengan adanya kelainan kromosom.

Cacat mental mongoloid atau syndrome down yang disebabkan karena seseorang mempunyai kelebihan autosom 21 segera diketahui.

Baca juga :

Kemajuan dalam bidang biokimia memungkinkan para ahli menetapkan struktur serta susunan bahan genetik yang berupa asam deoksiribonukleat atau AND (nama aslinya DNA atau Deoxyribonucleic Acid).

ADN dan ARN merupakan komponen penting pada gen yang mengatur sintesa protein. Di samping itu, dikenal pula berbagai macam penyakit bawaan karena kesalahan metabolism di dalam tubuh orang.

Penyakit ini disebabkan karena adanya defisiensi enzim, sedangkan pembentukan enzim, sedangkan pembentukan enzim ternyata diawasi oleh gen-gen tertentu.

Kemajuan teknologi menambah ketrampilan para ahli untuk malakukan biakan sel, sehingga diagnosis prenatal berdasarkan pemeriksaan enzim dan /kromosom janin dalam kandungan memungkinkan diagnosis beberapa kelainan genetik sebelum kelahiran.

Dengan demikian pemberian nasehat genetik tidak lagi dilakukan hanya berdasarkan kemungkinan saja tetapi dapat juga dilakukan berdasarkan diagnosis yang pasti.

Diagnosis yang tepat mengenai suatu penyakit genetik merupakan hal yang mutlak diperlukan.

Menjelang berakhirnya abad ke-20 ini kemajuan teknologi yang begitu cepat di bidang Genetika sangat menggembirakan, yaitu dengan munculnya teknik “Rekayasa Genetika” atau “Genetic Engineering”.

Sasaran utama teknik ini adalah memanipulasikan gen dengan melakukan pembiakan AND (“DNA Cloning) dari sel atau spesies lain di dalam sel host sehingga dihasilkan transforman baru yang dapat menghasilkan produk gen yang dihendaki.

Produk teknologi genetik ini diramalkan akan memberi dampak besar terhadap jalannya evolusi manusia.

Meskipun demikian karena dalam rekayasa genetika melibatkan fungsi gen dari spesies yang berbeda, maka timbulnya strain baru dapat menimbulkan masalah-masalah serius yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

Setiap perkembangan teknologi genetik yang diterapkan pada manusia akan selalu dihadapkan pada dilema moral, resiko dan manfaatnya.

Oleh karena itu kemajuan teknologi genetik perlu diimbangi dengan kesadaran etis di kalangan masyarakat ilmuwan mengingat besarnya kemungkinan resiko bencana bagi umat manusia.

Di Negeri ini genetika manusia dimulai sejak zaman sebelum perang dunia II. Pada waktu itu penentuan golongan darah untuk tujuan kedokteran maupun untuk keperluan antropologi yang dilakukan oleh beberapa sarjana Belanda.

Setelah kemerdekaan, Genetika manusia dikembangkan oleh Almarhum dr. Partomo M. Alibazah, yang waktu itu bersama dengan dr. Tadjudin (kedua-duanya dari bagian Biologi Fakultas Kedoketeran Universitas Indonesia).

Mulai mengembangkan teknik pemeriksaan Genetik Manusia, seperti pemeriksaan kromatin seks. Penggunaan dermatoglifi untuk diagnostik kedokteran diperkenalkan oleh dr. Tadjudin dalam tahun 1966. Pemeriksaan kromosom pertama kali dilakukan oleh dr. Tiioe, dkk.

Mulai tahun 1970 dr. F.X. Arif Adimoelja, M.Sc dari Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya memelopori perkembangan suatu ilmu yang berhubungan erat dengan Genetika Manusia, ialah Andrologi.

Ilmu ini merupakan suatu disiplin khusus dalam ilmu kedokteran yang mempelajari fertilitas dan infertilitas pada pria, yang meliputi potensi seksual, spermatologi, kontrol fertilitas, dsb.

Ia merupakan putra Indonesia pertama yang pada hari Sabtu 24 November 1984 telah meraih gelar Doktor dalam Ilmu Kedokteran bidang Andrologi di Universitas Airlangga di Surabaya.

Setelah mempertahankan disertasinya dengan judul “Separation of X-Spermatozoa with the Sephadex gel filtration method fir female sex preselection.” Ia memperoleh kesimpulan bahwa pemisahan sperma melalui cara penyaringan sephadex gel column menghasilkan filtrat yang mengandung spermatozoa-X dalam jumlah besar.

Inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami yang disaring dengan cara itu memperkuat dan membenarkan keberhasilan cara tersebut untuk meningkatkan jumlah spermatozoa-X. Dengan demikian kehamilan yang terjadi dapat dipastikan adalah bayi perempuan.

Itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya.

Semoga busa member sedikit pencerahan kepada anda semua, kenapa manusia yang dilahirkan di dunia ini terkadang ada yang mirip.

Kita tentunya pernah dibelahan bumi yang baru kita jejaki, dan biasanya kita akan melihat seseorang, dan seseorang tersebut seperti yang pernah kita lihat sebelumnya.

Padahal orang yang baru kita lihat itu sama sekali tidak mengenal kita, maka dari itu adanya Ilmu Genetika Manusia.

Yang mana ilmu genetika itu akan membahas semua yang berhubungan dengan manusia yang memang penuh dengan rahasia.

Ilmu Genetika Manusia Dan Beberapa Contohnya

Kalau kita mau dan mampu untuk meneliti manusia, tentunya ilmu yang kita dapat akan semakin bertambah banyak.

Misalnya kenapa manusia bisa terlahir di dunia? Kalau kita mau meneliti dengan sekuat tenaga, pastinya akan bertambah ilmu yang kita punya.

Karena memang ilmu biologi sangat komplit di dalam memberikan pejelasan tentang adanya manusia dengan semua problematikanya.

Demikian sedikit pengetahuan tentang Ilmu Genetika Manusia yang bisa kami bagikan kepada anda semua.

Semoga apa yang kami sampaikan tersebut di atas bisa menambah wawasan anda semua tentang ilmu Genetika Manusia.

Diambil dari berbagai sumber ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *