Reproduksi pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Reproduksi pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Apa itu sebenarnya inseminasi buatan ? untuk apa diadakan inseminasi buatan ? dan hasil apa yang bisa diperoleh dengan inseminasi buatan tersebut ?

Berikut ini akan sedikit kami jelaskan apa tujuan dilakukannya inseminasi buatan, khususnya pada hewan.

Inseminasi buatan atau inseminasi artifisal dalam bahasa inggris di sebut artificial insemination, adalah pemasukan secara sengaja sel sperma ke dalam rahim atau serviks.

Dengan tujuan akar memperoleh kehamilan melalui inseminasi yang sengaja dibuat.

Inseminasi buatan biasanya banyak dilakukan pada hewan, dan hewan yang di inseminasi biasanya hewan ternak.

Kenapa biasanya dilakukan pada hewan ternak, karena tujuannya agar hewan pejantan bisa menginseminasi hewan betina dala jumlah yang cukup banyak.

Untuk memungkinkan penggunaan materi genetic dari seekor pejantan oleh jauhnya jarak dan waktu.

Karena bisa jadi untuk mendapatkan bibit pejantan yang baik harus keluar kota atau keluar dari pulau.

Karena kalau harus membawa pejantanya lama diperjalanan juga akan mempengaruhi spermatozoa yang akan dihasilkan.

Untuk itu, sudah saatnya inseminasi buatan ini dilakukan, karena dengan demikian akan bisa menghindari dari hal – hal yang tidak diinginkan.

Inseminasi Buatan pada hewan ternak merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia sebagai inseminator dalam memasukkan spermatozoa atau semen hewan jantan ke saluran reproduksi hewan betina menggunakan alat inseminasi agar terjadi pembuahan dan kehamilan (bunting).

Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan
Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Contoh hewan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan teknik Inseminasi buatan adalah sapi. Pada ternak sapi, setelah dilakukan inseminasi buatan, masa buntingnya dihitung dari jangka waktu sejak terjadinya pembuahan sperma terhadap sel telur sapi betina sampai dengan melahirkan.

Biasanya, periode kebuntingan sapi berkisar antara 280 hingga 285 hari. Setelah melahirkan, maka masa kosong sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

Sejarah Perkembangan Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan merupakan salah satu teknologi reproduksi hewan yang sudah lama dilakukan. Berabad-abad tahun yang lalu, tepatnya pada abad ke-14, seorang Pangeran Arab yang sedang berperang, melihat kuda tunggangannya sedang mengalami birahi.

Dengan akal cerdiknya, pangeran tersebut kemudian menggunakan suatu tampon kapas dan mencuri semen (spermatozoa) dalam vagina kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya.

Tampon tersebut kemudian dimasukkan ke dalam vagina kuda betina yang sedang birahi tadi. Akhirnya, kuda betina tersebut mengalami bunting dan lahirlah kuda baru yang gagah dan cepat larinya. Setelah peristiwa ini tidak ada lagi informasi mengenai perkembangan teknik inseminasi buatan.

Barulah pada tahun 1780, seorang ahli fisiologi dan anatomi dari Italia, bernama Lazzaro Spallanzani, berhasil melakukan penelitian ilmiah pertama dalam bidang inseminasi buatan pada hewan piaraan.

Lazzaro Spallanzani berhasil menginseminasi amfibi, yang kemudian dilanjutkan percobaan inseminasi pada hewan anjing piaraannya.

Anjing yang dipelihara dirumahnya setelah muncul tanda-tanda birahi, dilakukan inseminasi dengan semen yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan sebuah spuit lancip.

Enam puluh hari setelah inseminasi, induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan yang dipakai semennya.

Pada dua tahun kemudian (1782), penelitian Spallanzani tersebut diulangi oleh P. Rossi dengan hasil yang memuaskan.

Semua percobaan ini membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi dengan mengunakan inseminasi dan menghasilkan keturunan normal. Atas jasa-jasanya di bidang inseminasi buatan tersebut, selanjutnya Lazzaro Spallanzani diberi gelar kehormatan sebagai Bapak Inseminasi.

Kemajuan pesat di bidang inseminasi buatan tampak setelah adanya penemuan teknologi pembekuan semen sapi oleh C. Polge, A.U. Smith dan A.S. Parkes dari Inggris pada tahun 1949.

Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan
Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Mereka berhasil menyimpan semen untuk waktu panjang dengan membekukan sampai -79 derajat Celcius, dengan mengunakan CO2 sebagai pembeku dan gliserol sebagai pengawet.

Tujuan Inseminasi Buatan

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari teknologi reproduksi hewan secara inseminasi buatan.

  1. Memperbaiki mutu genetika hewan ternak.
  2. Menghemat biaya, karena tidak harus mendatangkan pejantan unggul.
  3. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara luas dengan jangka waktu lama.
  4. Meningkatkan angka kelahiran ternak secara cepat dan teratur.
  5. Mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit kelamin pada hewan ternak.

Itu adalah beberapa tujuan kenapa inseminasi buatan dilakukan, selanjutnya adalah manfaat dari Inseminasi buatan.

Manfaat Inseminasi Buatan

Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik inseminasi buatan adalah sebagai berikut.

  1. Dapat mengatur jarak kelahiran hewan ternak dengan baik.

Dengan begitu bibit yang dihasilkanpun akan sangat unggul, karena jarak kelahiran bisa diatur sedemiian hingga.

  1. Dapat mencegah terjadinya kawin sedarah pada hewan betina (inbreeding).

Hewan saja kalau kawin sedarah hasilnya biasanya kurang memuaskan, jadi hindari kawin sedarah pada hewan betina atau inbreeding

  1. Spermatozoa dapat dipakai dan disimpan dalam jangka waktu lama.

Dengan cara inseminasi buatan, sebenarnya bisa mengoptimalkan spermatozoa, karena kalau reproduksi secara langsung, biasanya akan banyak terbuang atau tumpah spermatozoa tersebut.

  1. Menghindari kecelakaan fisik pada ternak yang biasa terjadi saat perkawinan.

Tujuan utama inseminasi buatan salah satunya adalah untuk menghindari kecelakaan fisik, kenapa ? karena kalau betinanya belum siap, sementara pejantannya sudah sangat menginginkannya, bisa jadi pejantan tersebut akan terkena tendangan.

Kalau sudah seperti ini maka tujuan utama untuk terjadinya pembuahan akan gagal total. Bahkan pejantannya bisa celaka karenaterkena tendangan dari betinanya.

  1. Dapat menghindarkan ternak dari penularan penyakit, khususnya lewat hubungan kelamin.

Agar tidak terjadi penularan penyakit khususnya adalah penyakit kelamin pada hewan jalan terbaik adalah dilakukannya inseminasi buatan.

Dengan begitu tidak akan pernah ada penularan penyakit kelamin pada hewan ternak.

Kerugian Inseminasi Buatan

Meskipun ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknik inseminasi buatan pada hewan ternak, ternyata teknik ini juga beresiko terjadinya kerugian.

Berikut adalah beberapa kerugian dari inseminasi buatan.

  1. Apabila waktu pelaksanaan inseminasi buatan tidak tepat, maka tidak terjadi kebuntingan pada ternak betina.
  2. Adanya kemungkinan kesulitan melahirkan (distoksia), jika spermatozoa dari pejantan keturunan besar diinsiminasikan pada sapi betina keturunan kecil.
  3. Memungkinkan terjadinya kawin sedarah (inbreeding), jika menggunakan spermatozoa dari pejantan yang sama dalam jangka waktu lama.
  4. Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik keturunannya, apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik.

Prosedur Inseminasi Buatan

Berikut ini adalah urutan prosedur dari inseminasi buatan ada hewan ternak, misalnya sapi,

  1. Pencairan semen (spermatozoa)

Sebelum melaksanakan inseminasi, maka semen dari pejantan donor yang sudah beku harus dicairkan terlebih dahulu (thawing).

Caranya dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkan ke dalam air hangat atau diletakkan dibawah air mengalir selama 7-18 detik. Setelah dicairkan, semen dikeluarkan dari air dan kemudian dikeringkan dengan tissue.

  1. Memasukkan semen pada gun

Tahap selanjutnya, cairan semen dimasukkan ke dalam gun dan ujung yang mencuat dipotong menggunakan gunting bersih.

Gun merupakan alat yang menghantarkan semen ke uterus indukan sapi. Gun selanjutnya dibungkus dengan plastic sheet yang berbentuk pipet.

  1. Persiapan induk sapi betina

Sap betina yang akan diinseminasi disiapkan dan dimasukkan ke dalam kandang jepit untuk selanjutnya diikat.

  1. Penyemprotan sperma pejantan ke uterus

Sperma disuntikkan (diseprotkan) pada uterus induk betina oleh petugas Inseminasi Buatan. Sebelum melakukan penyemprotan, maka petugas memakai sarung tangan yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rektum induk betina.

Tangan petugas dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix). Apabila dalam rektum banyak kotoran, harus dikeluarkan lebih dahulu.

Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan, maka gun dikeluarkan dari uterus secara perlahan-lahan.

Faktor paling penting yang perlu diperhatikan pada saat akan melaksanakan inseminasi buatyan adalah mendeteksi tanda-tanda birahi sapi betina.

Tanda-tanda birahi pada sapi betina biasa terlihat pada malam hari. Dengan demikian, peternak diharapkan dapat memantau kejadian birahi sapi dengan baik, antara lain dengan mencatat siklus birahi sapi betina atau memberti tanda pada bagian tubuh sapi. pahami Reproduksi pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan pada hewan.

Ini harus diperhatikan dengan cara seksama, kalau sampai salah atau kurang akurat, maka spermatozoa yang mungkin didapatkan dari bibit yang unggul akan hilang dengan percuma.

Karena sapi betinanya ternyata tidak birahi, maka pesan dari kami, telitilah dengan sungguh – sungguh agar proses inseminasi buatan ini bisa berjalan dengan sempurna.

Karena dengan demikian apa yang diharapkan bisa terjadi, karena memperoleh bibit unggul yang diinginkan.

Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan
Teknologi Reproduksi Pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Demikian ulasan mengenai teknologi reproduksi hewan secara inseminasi buatan, semoga apa yang sudah kami sampaikan di atas bisa membawa manfaat.

Dan proses inseminasi buatan pada masa mendatang bisa lebih inovatif lagi dan bisa lebih efisien lagi.

Dengan maksud dan tujuan agar hewan yang dihasilkan bisa benar – benar hewan yang mempunyai bibit unggul.

Baca juga jadwal dan lokasi SKD KEMENKUMHAM di sini

Dengan begitu anak cucu kita kelak tidak melihat berbagai jenis hewan hanya melalui gambar saja.

Karena pelan tapi pasti, hewan – hewan yang ada di dunia ini pastinya akan mengalami kepunahan.

Karena tempat hidupnya sudah semakin berkurang, karena semakin tersisih dengan pertumbuhan manusia yang semakin meningkat.

Reproduksi pada Hewan Dengan Inseminasi Buatan

Semoga penjelasan di atas bisa mencerahkan kita semua, agar pada masa yang akan dating terjadi simbiosis mutualisme.

Yaitu hubungan yang saling menguntungkan, karena semua makhluk yang ada di dunia ini tergantung satu dengan yang lainnya.

Demikian ulasan dari kami, semoga bermanfaat dan terima kasih sudah mampir ke blog kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *