Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

arsdbombers.com – Kita tentunya pernah mendengar nama hewan ini di sebut, dan pastinya ada hewan satu lagi yang disebut.

Yaitu babi, kenapa harus babi ? karena sudah banyak ahli meneliti bahwa cacing pita bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuhnya.

Kita atau mungkin teman kita pernah mencoba eksperimen, yaitu dengan mengambil sedikit daging babi.

Kemudian potongan daging babi tersebut diatasnya dituangkan minuman bersoda, setelah beberapa saat maka cacing yang berada di dalam daging babi tersebut keluar.

Itu hanya potongan kecil saja, bagaimana kalau ada orang sang sampai mengkonsumsi daging babi dalam jumlah yang banyak ?

Tanpa harus melakukan penelitian yang mendalam, kita sebagai manusia yang sangat awam di dalam ilmu medis saja tentunya sudah mengerti.

Bahwa cacing pita ini tidak akan mati walau sudah direbus atau digoreng dengan suhu yang cukup tinggi.

Pernah kami melihat dalam sebuah video, ada seorang dokter yang sedang mengoperasi seorang pasien.

Yang mana pasien tersebut mengeluhkan sakit pada perutnya, sehingga dokter harus melakukan tindakan medis.

Yaitu dengan cara mengambil sumber penyakit yang ada didalam perut dari pasien yang mengeluhkan sakit pada perutnya.

Dan benar saja, dokter dengan dibantu beberapa asistennya mengeluarkan isi sari perutpasien tersebut.

Hal diluar dugaan pun terjadi, ternyata di dalam perut pasien yang mengeluhkan sakit tersebut dihuni puluhan cacing pita.

Dan ukuran cacing pita tersebut sudah sebesar spageti, kami sebagai orang awam ketika melihat pertama kali.

Kami kira itu adalah spageti yang susah dicerna, tetapi setelah kami amati secara seksama ternyata bergerak.

Dan setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, akhirnya kami megetahui kalau itu adalah cacing pita yang sudah berada di dalam tubuh pasien tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Sungguh mengerikan kalau sampai kita memakannya, untuk itu jangan sampai kita memakan daging babi.

Tapi ini hanya himbauan dari kami, semua tergantung anda semua, karena kami tidak bisa memaksa anda semua untuk tidak memakan daging babi. Karena memang itu hak anda.

Berikut ini akan kami sampaikan ciri, contoh dan siklus hidup cacing pita.

Cacing pita adalah hewan multiseluler (terdiri dari banyak sel), hewan ini memiliki tiga lapisan lembaga.

Yaitu endoderm (lapisan dalam), mesoderm (lapisan tengah), dan ectoderm (lapisan luar).

Cacing pita pada umumnya memiliki struktur tubuh yang pipih memanjang seperti pita dan tertutup oleh kutikula atau zat lilin.

Cacing pita yang sudah dewasa akan mempunyai panjang 5 sampai 10 meter, sungguh luar biasa, bisa mencapai panjang 10 meter.

Itu kalau satu cacing pita, kalau di dalam tubuh kita ada puluhan cacing pita…seperti apa rasanya…

Berikut ini akan kami sampaikan taksonomi dari cacing pita

Kingdom                   :           Animalia

Filum                         :           Platyhelminthes

Kelas                          :           Cestoda

Ordo                           :           Cyclophyllidea

Family                        :           Taeniidae

Genus                         :           Taenia

Cacing pita termasuk hewan multiseluler (terdiri dari banyak sel). Hewan ini memiliki lapisan lembaga.

Yang tubuhnya tersusun atas rangkaian segmen – segmen yang dinamakan proglotid, pembentukan segmen pada cacing pita ini desebut dengan stobilasi.

Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit
Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

Cacing pita pada bagian kepala memiliki alat untuk menghisap, dan alat yang untuk menghisap itu memiliki kait (skoleks) dan terbuat dari zat kitin.

Biarpun memiliki kait tetapi cacing pita ini tidak mempunyai mulut, sehingga hewan ini menyerap nutrisi dengan menggunakan permukaan tubuhnya.

Berikut ini adalah Reproduksi Cacing Pita

Cacing pita bersifat hermaprodit, karena pada tiap-tiap bagian proglotidnya memiliki organ reproduksi jantan dan betina.

Taukah anda apa itu apa itu hewan hermaprodit? Hewan hermaprodit adalah hewan yang memiliki dua alat kelamin dalam satu individu (berumah satu).

Hamper semua hewan yang masuk dalam golongan hermaprodit tidak bisa bereproduksi sendiri dikarenakan waktu dan proses pematangan gametnya berbeda.

Pada cacing pita tidak mengalami perkembangbiakan generative (aseksual) di dalam hidupnya.

Pada cacing pita siklus hidupnya termasuk kompleks dengan melibatkan paling tidak satu inang perantara dan satu inang primer.

 Perlu anda ketahui, cacing pita ini adalah jenis hewan parasit, yang namanya parasit pastiya akan berbahaya bagi yang diikutinya.

Apalagi kalau cacing pita ini masuk pada tubuh manusia, biasanya yang bisa memasuki tubuh manusia adalah Taenia saginata atau cacing pita sapi dan Taenia solium atau cacing pita babi.

Kedua jenis cacing ini sangat berbahaya kalau sampai masuk kedalam tubuh manusia, seperti yang sudah kami ceritakan diatas. Betapa mengerikannya dua binatang ini.

Pada ilmu medis atau dunia medis, infeksi cacing pita disebut dengan teaniasis.

Jenis infeksi ini seperti penyakit pada umumnya, tetapi infeksi taeniasis ini bisa menyebabkan komplikasi serius.

Tentunya kalau tidak diobati secara serius dan tepat sasaran, maka sebisa mungkin kita menjaga kesehatan diri sendiri secara maksimal.

Larva cacing pita bisa bertahan hidup di dalam tubuh manusia dalam durasi waktu yang cukup lama, bahkan bisa sampai 30 tahun lamanya.

Ketika kita akan mengkonsumsi makanan, perlu lebih berhati-hati, karena makanan yang kita makan atau minuman yang kita minum mengandung telur cacing pita.

Maka telur cacing pita itu bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuh manusia, kalau sudah seperti ini maka siapa yang dirugikan.

Kalau sudah berada di dalam tubuh manusia, cacing pita ini sangat-sangat diuntungkan.

Karena akan mengambil sari-sari makanan yang dikonsumsi oleh manusia, cacing pitanya untung sedangkan manusianya bunting alias sangat merugi.

Karena sari-sari makanan yang seharusnya digunakan untuk metabolisme bagi manusia akhirnya menjadi makanan dari cacing pita.

Apabila cacing pita sudah masuk ke dalam sistim pencernaan jiga bisa menyebabkan infeksi pada usus.

Baca juga

Dan yang lebih berbahaya lagi kalau telur cacing pita bisa berhasil keluar darisaluran pencernaan.

Maka telur cacing pita ini akan memasuki organ yang ada didalam tubuh manusia dan tentunya akan terjadi infeksi.

Untuk itu, sebisa mungkin kita untuk menghindari segala jenis makanan dan minuman yang mengandung cacing pita.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena kalau sudah terjadi kita sendiri yang akan merugi.

Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit
Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

Berikut ini adalah siklus hidup dari cacing pita

1. Telur cacing pita keluar atau lepas ke lingkungan

Seperti yang sudah kita ketahui, cacing pita ini adalah hewan parasit, jadi hewan ini akanmemerlukan tubuh inang.

Dengan tujuan agar bisa berkembang biak, usus halus manusia adalah satu-satunya tempat tinggal yang cocok bagi T.saginata danT.solium untuk keduanya bisa bertahan hidup.

Cacing pita kalau sudah dewasa, dia akan berkembang biak dengan cara bertelur, kemudian telur cacing yang sudah matang akan berkembang menjadi larva oncospheres.

Oncospheres ini masih mengandung telur, kemudian terlepas dari tubuh cacing pita yang sudah dewasa.

Setelah terlepas dari tubug cacing pita yang sudah dewasa kemudian keluar dari anus bersama feses manusia.

Beruntung kalau bisa keluar, tetapi kalau tidak bisa keluar maka akan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

2. Infeksi Pada Hewan Ternak

Pada saat cacing pita yang berasal dari tubuh manusia yang bisa keluar, maka kemungkinan besar dia akan mencari tempat baru sebagai inang.

Sapi dan babi merupakan dua hewan yang sering dijadikan inang, inang dari apa, tentunya dari cacing taenia.

Penyebab dari sapi dan babi bisa terinfeksi cacing taenia ini karena mengkonsumsi pakan ternak yang lebih dahulu terkontaminasi telur cacing pita.

Ketika sudah berada di dalam usus kedua binatang ini, yaitu sapi dan babi maka larva oncospheres menetas.

Sesudah menetas maka akan menjadi embrio cacing, kalau sudah seperti ini maka akan menyerang dinding usus.

Sesudah menyerang dinding usus kemudian masuk ke dalam sistem peredaran darah pada kedua hewan tersebut, yaitu sapi dan babi.

Kalau sudah seperti ini, maka larva menyebar pada bagian tubuh hewan yang lain, bisa masuk ke dalam otot.

Bisa juga sampai ke lidah, hati, jantung, bahu dan bisa sampai pada sistem limfatik, kalau kita tidak tahu sapi atau babi sudah terinfeksi cacing pita ini.

Dan dagingnya konsumsi oleh manusia, maka inang dari cacing ini pastinya akan berpindah ke dalam tubuh manusia.

Dan embrio cacing pita ini bisa bertahan hidup di dalam tubuh inangnya selama beberapa tahun.

3. Infeksi kepada Manusia

Pada kasus ini dikarenakan manusia ketika memakan sesuatu, dan tidak menyadari kalau makanan yang sedang dikonsumsi mengandung larva dari cacing pita.

Larva dari cacing pita ini biasanya bersembunyi pada daging hewan yang disajikan mentah, atau dalam penyajiannya kurang matang.

Padahal cacing pita ini walau dimasak dalam suhu tinggi pun tidak mati, apalagi kalau disajikan dalam kondisi kurang masak.

Berbeda dengan kasus di atas, cacing pita ini juga bisa tertelan oleh manusia pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar oleh kotoran manusia.

Bisa tercemar oleh kotoran manusia atau tercemar juga oleh kotoran hewan yang terinfeksi oleh cacing pita.

Kalau sudah tertelan dan masuk kedalam tubuh manusia, maka scolex atau kepala cacing pita ini akan menempel kuat di dinding usus halus.

Kalau sudah seperti ini maka cacing pita akan menjadi cacing dewasa yang menumpahkan telur pada kotoran manusia yang terinfeksi.

Kemudian telur-telur yang berpindah atau bermigrasi ke anus lalu masuk ke dalam tinja, apabila kejadiannya seperti ini.

Maka siklus yang sudah kami tuliskan di atas akan terulang kembali, entah sampai kapan.

Jadi kalau bisa kita sebagai manusia yang masih menginginkan hidup yang lebih baik, sebaiknya menjaga pola makan.

Baca juga :

Ketika akan mengkonsumsi sesuatu alangkah lebih baik kalau dalam penyajiannya dalam keadaan yang sudah matang.

Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

Mulai sekarang hindari kalau tidak hentikan mengkonsumsi makanan dan minuman yang disajikan dalam keadaan mentah.

Selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah matang dalam penyajiannya, agar hidup kita sebagai manusia juga akan lebih baik.

Kita sebagai manusia hanya bisa berharap yang terbaik, agar kita beserta generasi yang akan datang bisa lebih sehat.

Sehat di dalam segala hal, kalau sudah seperti ini maka pelan tapi pasti bibit cacing pita ini akan sirna dari muka dunia.

Demikian yang bisa kami sajikan mengenai Siklus hidup Cacing Pita Sebagai Hewan Parasit

Semoga bisa membawa manfaat khususnya bagi kita dan umumnya bagi kehidupan manusia yang ada di dunia ini.

Diambil dari berbagai sumber ilmu pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *