Siklus Menstruasi Pada Seorang Wanita

Siklus Menstruasi Pada Seorang Wanita

arsdbombers.com – Menstruasi adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap wanita yang sehat dan sudah memasuki masa atau fase pubertas.

Menstruasi pada setiap wanita tidak bisa sama, karena setiap individu memiliki masa atau fase pubertas yang beda juga.

Paling dini seorang wanita akan mengalami menstruasi adalah ketia berusia 9 tahun atau ketika sedang duduk dibangku sekolah dasar.

Itu adalah fase yang paling awal seorang wanita mengalami menstruasi, jadi tidak ada salahnya kedua orang tua memberitahukan hal penting ini.

Kenapa penting ? karena kalau tidak ada edukasi sejak dini maka seorang gadis yang sedag beranjak dewasa akan mengalami kebingungan.

Pasti aka nada pertanyaan di dalam benak gadis yang akan beranjak dewasa tersebut, kenapa ? mengapa ? kok bisa ?

Pasti pertanyaan tersebut aka nada di dalam kepala mereka, tiba – tiba kok ada darah, kok perutnya sakit, kok..kok dan seterusnya.

Maka dari itu tidak ada salahnya orang tua yang mempunyai anak gadis untuk memberikan edukasi tentang menstruasi ini.

Karena terlihat sederhana, tetapi hal satu ini akan benar – benar sangat dibutuhkan edukasi dari orang yang sudah pernah mengalaminya.

Langkah paling baik untuk memberikan edukasi kepada gadis yang sedang beranjak dewasa adalah ibu yang sudah mengandungnya.

Menstruasi mungkin dianggap oleh sebagian orang hal yang tabu. Banyak wanita yang malu jika membicarakannya di depan umum.

Edukasi mengenai menstruasi sebagai siklus biologis yang wajar terjadi belum menjadi hal lumrah.

Wanita normal mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Namun rentan siklusnya bisa berbeda-beda.

Ada yang rutin 21-35 hari sekali. Ada juga yang tidak teratur. Mempelajari dan menghitung siklus menstruasi, bisa langsung mengetahui kapan masa subur dan menstruasi selanjutnya.

Hal ini bisa juga untuk diterapkan bagi pasangan suami istri untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan kehamilan.

Siklus menstruasi adalah proses bulanan yang ditandai dengan serangkaian perubahan pada tubuh dan reproduksi wanita.

Dalam prosesnya ada dua hal yang akan terjadi yaitu menstruasi atau kehamilan.

Menstruasi akan terjadi jika lapisan dinding atau sel telur tidak kunjung dibuahi, lapisan rahim yang dipersiapkan untuk kehamilan akan luruh.

Luruh di sini bisa dikatakan juga dengan rontok, jadi sel telur yang tidak dibuahi akan luruh atau rontok atau bahasa awamnya adalah lepas dari dinding rahim.

Luruhan tersebut melewati celah kecil dari mulut rahim dan keluar melewati saluran vagina.

Siklus Menstruasi Pada Seorang Wanita
Siklus Menstruasi Pada Seorang Wanita

Ada 4 fase siklus menstruasi:

Siklus pertama, terjadi pada hari pertama hingga kelima, wanita biasanya akan mengalami pendarahan, dan pendarahan terberat akan terjadi di hari pertama dan kedua.

Difase ini akan terjadi gangguan seperti kram perut, lemas, bahkan bisa pingsan, karena darah yang dikeluarkan sangat banyak.

Siklus kedua, terjadi di hari keenam dan ke-14. Pada siklus ini pendarahan berkurang bahkan berhenti, lapisan terdalam rahim akan mempersiapkan terjadinya pembuahan.

Lapisan akan menjadi tebal berisi banyak darah, ini yang disebut massa subur. Perempuan rata-rata mengalami massa subur pada hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari terakhir menstruasi.

Siklus ketiga, terjadi pada hari ke-14 sampai hari ke-25, sel telur akan dilepaskan oleh salah satu ovary (indung telur) menuju tuba falopi (buluh rahim) dan rahim.

Jika berhasil dibuahi, janin akan tumbuh di dinding rahim, bagi pasangan suami istri waktu yang tepat untuk mempersiapkan buah hati adalah saat ini.

Siklus keempat, terjadi pada hari ke-25 sampai hari ke-28, jika sel telur tidak dibuahi akan terjadi perubahan hormon yang memberikan tanda bahwa penyimpanan lapisan rahim akan meluruh membawa darah bersama dengan sel telur.

Baca juga:

Menjelang menstruasi biasanya beberapa wanita mengalami premenstrual syndrome (PMS). Ini merupakan normal tetapi akan menggangu aktifitas sehari-hari,

Gejala haid yang terjadi

Susana hati yang tiba-tiba bisa berubah dengan cepat

Insomnia

Pusing

Kesulitan berkonsentrasi

Cepat lelah

penyebab kram perut

Gejala dari menstruasi yang normal, meliputi:

Perut kembung

Kram pada perut bagian bawah dan punggung

Kesulitan untuk tidur

Payudara sensitif

Muncul jerawat

Ngidam makanan

Perubahan mood

Gejala PMS biasa muncul beberapa hari menjelang haid dan berhenti di hari-hari pertama menstruasi. Serangkaian gejala di atas masih termasuk normal,

Namun jika terjadi lebih parah dan cenderung menghambat aktivitas harian (atau bahkan kecenderungan depresi) mungkin menandakan Anda memiliki PMDD.

Gangguan disforik pramenstruasi (PMDD) adalah bentuk parah dari gejala fisik dan perilaku PMS yang biasanya berhenti pada awal masa mentruasi.

Bila anda mengalami perdarahan vagina diluar siklus menstruasi, perubahan warna darah haid, keputihan tidak normal, rasa sakit yang amat sangat,

serta siklus menstruasi tidak teratur di luar penggunaan KB, segera periksa ke dokter. Kemungkinan perubahan siklus tersebut dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu.

Selain ke dokter cara mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan rutin berolahraga, minum air putih, hindari stres, makan buah dan sayur, serta mengurangi mengkonsumsi kafein dan alkohol.

Tetapi langkah yang paling tepat adalah dengan mengkonsultasikan keluhan anda kepada dokter yang benar-benar sudah ahli dalam bidangnya.

Waktu ovulasi (saat indung telur melepaskan sel telurnya) pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, tepat di pertengahan siklus.

Masa ovulasi juga sering disebut sebagai masa subur, ketika sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma. Jika tidak, hari pertama menstruasi akan tiba dalam empat belas hari kemudian.

Contohnya : Hari pertama anda menstruasi tepat jatuh setiap tanggal 5, yang berarti menstruasi anda selesai di sekitar tanggal 12.

Dengan demikian, masa ovulasi anda yang sebelumnya jatuh sekitar tanggal 20 – 21 di bulan lalu.

Sementara masa ovulasi anda selanjutnya akan datang dalam empat belas hari setelah hari terakhir menstruasi anda (tanggal 12), yaitu di tanggal 26 – 27 masih di bulan yang sama.

Wanita yang memiliki siklus menstruasi normal akan mengalami menstruasi sebulan sekali, dengan total 11 – 13 kali menstruasi dalam satu tahun kalender.

Siklus haid ini akan terus berulang sampai anda masuk ke usia menopause, ketika tubuh sudah tidak memproduksi sel telur lagi sehingga anda tidak akan menstruasi.

Menstruasi yang normal juga bisa dilihat dari:

Warna Darahnya

Darah haid yang normal umumnya berwarna merah terang seperti buah ceri ranum. Meski begitu, seberapa merahnya akan bervariasi juga antar satu wanita dan yang lainnya – tergantung pada tingkat kekentalan atau volume darah.

Warna merah terang biasanya paling terlihat pada hari menstruasi pertama dan kedua, karena darah yang keluar di awal biasanya masih segar dan alirannya cukup deras.

Di hari-hari terakhir menstruasi, darah yang keluar akan berubah kecokelatan karena “usia”nya sudah tua.

Mungkin juga darah ini adalah sisa dari siklus menstruasi bulan lalu yang belum luruh sepenuhnya.

Keputihan

Anda biasanya akan mengalami keputihan beberapa hari menjelang menstruasi. Keputihan diproduksi oleh leher rahim dan terjadi pada masa subur.

Cairan keputihan yang keluar menjelang haid normalnya berwarna putih jernih/bening, tekstur kental dan lengket (lebih cair mendekati masa subur), dan tidak berbau.

Lamanya waktu haid

Normalnya, wanita menstruasi selama 3 sampai 7 hari. Namun, ada beberapa orang yang mengalami haid selama 2 hari saja.

Variasi lamanya waktu haid juga bergantung banyak atau tidaknya darah yang dikeluarkan. Bila terjadi selama 2 hari, biasanya darah yang dikeluarkan lebih banyak.

Siklus Menstruasi Pada Seorang Wanita

Menstruasi yang tidak kunjung usai bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari penggunaan pil KB, adenomiosis, PCOS, penyakit tiroid, hingga berat badan berlebih.

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai siklus menstruasi seorang wanita, semoga bisa bermanfaat.

Dan apabila anda mengalami menstruasi yang tidak seperti biasanya, langkah paling tepat adalah deengan menghubungi dokter.

Dan jangan lupa untuk melakukan aktifitas yang sehat dengan cara makan-makanan yang menyehatkan dan rajin berolahraga.

Incoming search terms:

  • warna darah menstruasi hari pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *