Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Siapa yang belum pernah mendengar nama jangkrik ? atau bahkan belum pernah mendengarkan suara berisiknya ?

Kalau dijaman sekarang masih ada orang dewasa yang belumpernah melihat jangkrik ataupun mendengarkan suaranya.

Kemungkinan orang tersebut tinggalnya entah dimana, karena hewan berkaki delapan ini amat sangat mudah untuk kita jumpai.

Apalagi bagi yang suka mengkoleksi burung kicau ataupun ikan yang memang pakan utamanya adalah jangkrik.

Sudah dapat dipastikan kalau setiap hari pasti akan melihat bahkan memegangnya secara langsung.

Karena bagi pengkoleksi burung kicauan tentunya dengan member pakan jangkrik kepada burung koleksinya.

Besar kemungkinan ketika dibawa lomba pasti akan mendapatkan juara bergengsi, karena kangkrik merupakan pakan yang bisa membuat suara burung lebih gacor lagi.

Dan bagi yang sika mengkoleksi ikan, maka dengan  memberi pakan jangkrik tentunya sisik ikan koleksinya akan semakin bagus.

Biasanya adalah pengkoleksi ikan arwana atau ikan louhan, dengan begitu sebenarnya jangkrik bisa membuat siapa saja yang berusaha untuk membudidayakan akan mendapatkan untung.

Untung dari penjualan dan pastinya akan banyak mendapatkan teman, karena semakin banyak teman akan semakin banyak rejeki. Dari hasil membaca Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

 Rejeki karena mendapatkan banyak pelanggan, maka disini sudah terjadi simbiosis mutualisme, atau hubungan yanhg saling menguntungkan.

Pembudidaya jangkrik mendapatkan keuntungan dari penjualan jangkriknya, kolektor burung dan ikan diuntungkan dengan hewan kesayangannya mendapatkan juara ketika dilombakan.

Maka dengan budidaya jangkrik setidaknya kita sudah mengurangi angka pengangguran di negara ini.

Berapa seberarnya harga jangkrik perkilonya ? sebenarnya tidak begitu mahal bagi orang yang mempunyai kantong tebal.

Pada umumnya harga jangkrik di pasaran kisaran 50 ribu per kilonya, bisa kita bayangkan bersama kalau kita bisa membudidayakan jangkrik dan setiap bulannya kita bisa menghasilkan 50 sampai 100 kilo jangkrik.

Berapa rupiah yang kita bisa dapatkan, sungguh angka yang sangat fantastis kalau kita bisa mewujudkannya.

Satu bulan bisa menghasilkan 50 sampai 100 kilogram jangkrik, padalah per kilonya dihargai Rp50.000 maka

1 kg x 50.000 = Rp 50.000

100 kg x 50.000 = Rp 5.000.000

5 juta x 12 bulan = Rp 60.000.000

Fantastis…sudah melebihi gaji pegawai kantoran, bagaimana ? sudah terfikirkan untuk membudidayakan jangkrik ?

Apakah ada resiko dalam membudidayakan jangkrik ini? Sebenarnya budidaya jangkrik ini sanga t minim resiko.

Bisa dikatakan juga kalau budidaya jangkrik hamper 100 % bisa mencapai keberhasilan, asal kita tahu tatacara budidaya jangkrik dengan benar.

Berikut ini adalah tatacara budidaya jangkrik dengan benar

Pemilihan  Tempat yang Tepat

Yang perlu  kita perhatikan adalah tempat untuk budidaya jangkriknya. Karena tempat ini sangat mempengaruhi hasil panen dari jangkrik yang kita budidayakan.

Bagi siapa saja yang ingin membudidayakan jangkrik maka pilihlah tempat yang benar – benar disukai oleh jangkrik.

Pilihlah tempat yang tenang, kalau bisa juga teduh, matahari tidak langsung menyinari tempat budidaya jangkrik.

Dan pastinya sirkulasi udara harus sangat diperhatikan, jangan sampai udara pada tempat budidaya jangkrin perputaran udaranya tidak bisa berlangsung.

Tentunya kondisi seperti ini akan membuat jangkrik yang kita budidayakan akan mengalami kelembaban.

Kalau sudah seperti ini biasanya akan banyak jangkrik yang mati, maka pilihlah tempat yang sesuai dengan kondisi jangkrik.

 Kalau pemilihan tempat bisa pas dan tepat tentunya hal ini bisa membuat jangkrik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tentunya kalau sudah seperti ini ondisinya, kita sudah bisa membayangkan akhir bulan pasti aka nada kabar yang mambahagiakan.

Pesan kami, jangkrik tidak suka dengan tempat yang ramai, apalagi panas, karena situasi seperti ini bisa membuat jangkrik merasa stress.

Stress pada jangkrik sangat bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan jangkrik itu sendiri.

Maka pemilihan tempat harus disesuaikan dengan kondisi jangkrik.

Jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung, karena jangkrik ini terkenal dengan binatang malam, maka sebisa mungkin untuk tidak memilih tempat yang langsung terkena sinar matahari secara langsung.

Persiapan Kandang

Pada budidaya jangkrik kita harus mempersiapkan kandang atau tempat agar jangkrik – jangkrik yang kita budidayakan bisa berkembang biak dengan baik.

Pemilihan kandang harus disesuaikan dengan tempat yang sudah anda persiapkan tentunya.

Karena jangkrik adalah hewan yang aktif pada malam hari, maka pemilihan tempat dan kandang harus benar – benar disesuaikan. Dengan Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Yakni harus yang cenderung gelap dan pastinya teduh, jangan tempatkan jangkrik dibawah sinar matahari secara langsung.

Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik
Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Karena termasuk hewan yang aktif pada malam hari, maka ketika siang tiba kemungkinan besar jangkrik – jangkrik yang kita budidayakan akan tidur.

Agar terjadi stabilitas pada kehidupan para jangkrik, apabila cukup tidurnya pastinya akan mempengaruhi pertumbuhannya juga.

Kalau anda sudah menyiapkan tempat budidaya jangkrik, jangan lupa untuk bisa menaruh tanah atau lumpur yang disesuakian dengan kondisi jangkrik pada kehidupan asli dihabitatnya.

Tambahkan pula dengan daun – daun kering yang bisa sebagai tempat perlindungan, juga bisa sebagai bahan makanan jangkrik – jangkrik budidaya kita.

Jangan sampai tidak dikasi daun kering, karena akan berakibat sangat fatal, yaitu aakan ada kanibalisme, yaitu sesame jangkrik akan saling memakan.

Kalau sudah seperti ini pastilah kita yang akan dirugikan, karena akan mempengaruhi hasil panennya.

Pemilihan daun kering juga jangan sembarangan, karena tidak semua daun kering disukai oleh jangkrik.

Diantaranya adalah dau pisang, daun sukun, dan lainya, usahakan daun kering tersebut disukai oleh jangrik.

Jangan lupa juga untuk melapisi bagian atas kandang dengan lakban, karena adanya kecenderungan untuk jangkrik memanjat ke atas bagian kandang.

Kalau bagian atasnya sudah kita lapisi dengan lakban, maka basar kemungkinan untuk jangkrik bisa keluar dari kandang akan sangat minim.

Perlu diperhatikan juha pengaturan sirkulasi udara, lubangi juga kandang atau tempat budidaya jangkrik agar para jangkrik bisa mendapatkan udara dengan baik.

Bisa juga diberi kawat kasa bada bagian atasnya, dengan tujuan agar sirkulasi udara bisa terus berlangsung, dan udara bisa terus berganti.

Ukuran kandang usahakan disesuakian dengan banyaknya jangrik di dalamnya, jangan over kapasity atau terlalu banyak jangkrik tetapi kandangnya terlalu kecil.

Pokoknya harus disesuaikan dengan keadaan tempat yang sudah anda persiapkan.

Pada umumnya tempat budidaya jangkrik berukuran tinggi 50 cm, lebar 100 cm dan panjangnya berukuran 200 cm.

Tetapi ukuran kandang atau budidaya harus disesuaikan dengan kondisi di tempat anda, harus benar – benar disesuaikan.

Pemilihan bahan atau materiall kandang juga kalau bisa jangan membebani kantong anda semua, bisa juga menggunakan barang – barang bekas yang masih bisa dipergunakan.

Seperti kayu bekas bongkaran rumah yang memang masih bisa untuk dipakai, kemudian papan atau triplek yang sesuai dengan ukuran dan pastinya masih baik dan dapat digunakan.

Kalau tempat anda tidak memungkinkan untuk dibuatnya kandang secara mandiri atau terpisah, bisa juga dengan memanfaatkan lahan bagian atas.

Yaitu dengan membuat kandang jangkrik dengan cara bersusun keatas, atau bertingkat, karena tujuannya akar tempat yang tidak begitu luas, tetapi bisa sangat efisien.

Untuk kaki penyangga dari kandang atau tempat budidaya jangkrik tersebut, harus diberi mangkuk berisi air, kenapa harus diberi mangkuk yang di isi dengan air ?

Agar kandang atau tempat budidaya jangkrik tersebut terbebas dari binatang – binatang kecil seperti semut atau serangga kecil lainnya.

Selain air juga bisa menggunakan vaselin biasa disebut paslin atau gemuk dan bisa juga minyak tanah dan fungsinya sama saja, untuk menghindarkan binatang kecil yang akan masuk kedalam kandang jangkrik.

Pemilihan Bibit serta Induk Jangkrik

Bagaimana cara yang paling tepat untuk memilih bibit yang baik ? perlu kita ketahui bahwa bibit jangkrik yang baik adalah bibit yang sehat, tidak sakit, bebsa dari cacat.

Kita bisa memilih dengan cara melihat bibit jangkring yang tentunya sehat dan tidak cacat dengan melihat dari sungut atau kakinya.

Pilihlah jangkrik dengan sungut yang masih panjang dan kaki jangkrik yang tidak patah, kalau kita mendapatkan contoh seperti ini maka besar kemungkinan bibit yang dihasilkan akan baik pula.

Induk yang paling baik adalah induk jangkrik yang ditangkap dari alam bebas, kenapa ? karena jangkrik dengan kehidupan dialam bebas biasanya memiliki ketahanan tubuh yang sangat baik.

Berbeda dengan indukan jangkrik yang di dapat dari hasil terkanan atau yang didapatkan dengan mengambil dari kandang.

Kalau didapati dari kandang atau hasil ternakan, biasanya bibitnya kurang begitu baik.

Memang susah kalau harus mencari indukan jangkrik di alam bebas, harus dibutuhkan tenaga ekstra karena harus mencari sampai ke sawah dan ladang.

Kalau terpaksanya kita kesusahan untuk mendapatkan indukan jangkrik di alam bebas, bisa kita membeli indukan di pasar atau peternak jangkrik.

Tetapi pejantannya harus dari alam liar atau alam bebas, kerena pejantan yang berasal dari alam bebas akan lebih agresif.

Dengan begitu akan membantu dalam perkembangbiakannya, bisa juga akan hasil panennya akan lebih cepat.

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, pemilihan bibit akan sangat mempengaruhi hasil yang akan didapatkan.

Bagaimana cara memilih bibit yang baik ? berikut ini adalah cara memilih bibit yang baik.

Pemilihan bibit Indukan

Indukan Betina

Pilihlah indukan yang masih mempunyai sungit yang utuh atau panjang dan ujungnya masih lancip dan masih berjumlah dua buah.

Lihat juga bagian kakinya, usahakan masih utuh yakni berjumlah 6 buah, jangan sampai ketika memilih indukan jumlah kakinya kurang dari 6 buah.

Indukan betina dengan warna hitam mengkilap menunjukkan bahwa indukan ini kondisinya sangat baik, pastinya sangat lincah, sehat dan gesit dan tentunya sangat sehat.

Usahakan ketika mencari jangkrik indukan betina yang postur tubuhnya lebih besar dari yang lain, dan dapat mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya ketika dipegang.

Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik
Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Indukan Jantan

Pemilihan indukan jangkrik pejantan yang sering kita menjumpai ketika mengeluarkan suara yang cukup berisik, tetapi dengan jangkrik mengeluarkan suara menandakan jangkrik tersebut sehat.

Dengan begitu pemilihan bibit pejantan seperti ini akan bisa menunjang terjadinya pembuahan yang baik.

Perbedaan jangkrik pejantan dan betina bisa dilihat kasat mata, tanpa menyentuh pun kita bisa membedakan.

Ciri jangkrik pejantan :

Mempunyai bentuk tubuh yang sedikit lebih besar, mempunyai sayap yang mempunyai motif atau kasar, bisa mengelluarkan suara dan ekornya pendek.

Ciri jangkrik betina :

Bentuk tubuh sedikit kecil, sayapnya motifnya berbentuk lurus, dan halus, ekornya panjang dan bisa terbang.

Pembuatan Kandang

Perlu kita cermati bersama ketika anda memang berniat untuk budidaya jangkrik harus benar – benar mencermati setiap proses yang akan terjadi.

Ketika sudah siap kandang atau tempat budidaya jangan lupa untuk menyiapkan piring atau nampan yang terbuat dari bahan plastic.

Kemudian di isi dengan pasir atau tanah yang sesuai dengan habitat asli dari jangkrik tersebut.

Kenapa harus menyiapkan kedua benda tersebut, karena untuk menaruh atau menempatkan telur ketika sudah terjadi pembuahan.

Tetapi sebelum terjadi pembuahan perlu diperhatikan bahwa, ketika memasukkan jangkrik harus dibanyakin jangkrik betinanya daripada pejantannya.

Perbandingannya adalah 10 jangkrik betina dan 2 jangkrik pejantan, ata bisa juga diperbanyak jangkrik betinanya.

Dengan begitu maka tempat atau wadah yang sudah diisi dengan tanah atau pasir yang sudah disiapkan akan banyak diisi dengan banyak telur.

Biasanya hari kelima setelah jangkrik betina bertelur harus kita pisahkan indukannya dari telur tujuannya agar tidak dimakan oleh induknya sendiri.

Jangan lupakan juga kalau kandang yang sudah berisi dengan telur tadi harus disemprot dengan cairan anti biotik.

Satu kandang cukup dimasukkan satu sampai dua sendok teh atau 1500 sampai 2000 butir telur dalam satu kandang.

Perlu juga untuk menjaga kelembaban telur dengan menyemprotkan anti biotik setiap hari.

Telur juga harus dibolak balik agar telur tidak berjamur yang bisa meyebabkan gagalnya penetasan.

Biasanya telur jangkrik yang sudah berada di dalam tanah seerti itu akan menetas empat sampai enam hari sesudahnya.

Daya tetas jangkrik bisa mencapai 80 sampai 90 % tentunya dengan kondisi serta asupan makanan yang terpenuhi.

Setiap pembudidaya biasanya memiliki ramuan khusus agar indukan bisa bertelur dengan banyak dan bakal calon baby jangkrik bisa hidup dengan baik.

Setelah kami melakuan sedikit wawancara maka kami dapatkan bahwa ramuan yang biasa dipakai adalah bekatul jagung, kuning telur bebek, ketan hitam, tepung ikan, dan ada juga vitamin yang bisa kita beli.

Dengan maksud dan tujuan agar indukan jangkrik bisa tumbuh, berkembang dan kemudian bertelur secara alami dengan baik.

Pemeliharaan Jangkrik

Biasanya pada tahap ini, kalau kita tidak berhati – hati maka akan berimbas pada hasil panen, karena tahap ini membutuhkan perhatian ekstra.

Langkah antisipasi adalah dengan mengolesi kandang dengan lumpur sawah, karena lumpur sawah bisa menetralisir atau menyerap zat – zat beracun dari kandang.

Maka kita harus selalu menjaga kebersihan dari semua potensi yang bisa merugikan pembudidayaan jangkrik yang kita lakukan.

Biasanya kandang kalau dibiarkan beberapa lama akan menimbulkan bau yang menyengat, kalau keadaan seperti initerus di diamkan berlama – lama maka akan menyebabkan kematian.

Kematian bagi jangkrik – jangkrik yang lain, maka dari itu sangatlah penting kita untuk selalu menjaga kebersihan kandang.

Selain kebersihan kandang, kita juga perlu memberikan makanan yang rutin pada jangkrik budidaya kita.

Untuk selalu diingat, bahwa ketersediaan pakan akan mempengaruhi jumlah jangkrik yang akan dipanen.

Karena kalau ketersediaan pakan di dalam kandang tidak memenugi asupan bagi jangkrik, maka akan terjadi kanibalisme.

Atau sesame jangkrik akan saling memakan, dengan begitu jumlah jangkrik yang akan kita panen akan berkurang.

Pakan Jangkrik   

Untuk masalah pakan jangkrik, sebenarnya sangat mudah, tidak jauh beda dengan hewan ternak yang lain.

Pakan jangkrik bisa kita jumpai dimanapun, salah satunya adalah pakan ayam juga bisa kita berikan, yaitu puur ayam.

Jangkrik yang diberi puur ayam biasanya yang masih berusia satu sampai sepuluh hari, jenisnya bisa puur yang terbuat dari beras merah, jagung kering atau yang terbuat dari kacang kedelai.

Tetapi semua itu harus disajikan atau diberikan dalam keadaan sudah halus, mengingat ukuran jangkrik masih sangat kecil.

Bisa juga diberikan sayur mayor, karena ketika dialam liar, pakan jangkrik diantaranya juga sayur mayor dan dedaunan yang bisa dijumpai di alam liar.

Masalah pakan harus terus kita perhatikan, jangan sampai pakan yang kita berikan sudah membusuk dan kita tidak mengetahuinya.

Harus selalu kita pantu dan sering kita ganti dengan yang baru, karena jangkrik pada fase ini sangat memmbutuhkan nutrisi yang banyak.

Selanjutnya setelah melewati masa – masa tersebut, pakan jangkrik siap diganti dengan yang lebihbaik lagi, diantaranya bisa diberikan ubi ubian, singkong, dan daun daunan secara bergantian.

Dan untuk jangkrik yang siap untuk dikawinkan, masalah pakan harus lebih diperhatikan, yang intinya mengandung banyak air.

Sebagai contohnya adalah daun singkong, daun sawi, mentimun, jagung muda, wortel yang semuanya harus mengandung banyak air.

Pemeliharaan Kandang

Jangan hanya jangkriknya saja yang diperhatikan, pakannya diperhatikan, tetapi untuk kandang atau tempat pembudidayaan jangkrik juga harus diperhatikan.

Pada kaki kandang khan ada mangkuk yang berisi air, itu juga harus kita ganti secara rutin, karena air yang menggenang dalam waktu yang lama akan sangat bisa dan memungkinkan untuk bertelurnya nyamuk.

Kalau sudah seperti ini tentunya kita yang akan dirugikan, karena akan banyak sekali nyamuk yang akan beterbangan.

Baca juga tatacara menanam Hidroponik

Selain harus diganti karena mencegah adanya jentik nyamuk, penggantian air juga ditujukan untuk menjaga kelembaban kandang.

Dengan begitu kemungkinan panennya akan sangat efektif karena semua tahapan sudah kita jalankan sesuai SOP atau standar operasional.

Semakin kita menjaga kesehatan jangkrik dan memperhatikan nutrisi pakannya, maka panen sudah kita nantikan.

Tahab terakhir yaitu Panen Jangkrik

Melihat dari semua proses awal sampai akhir yang sesuai standar SOP, maka dapat kita pastikan bahwa panen akan sesuai target, bahkan bisa melebihi dari target.

Selain panen jangkrik dewasa, sebenarnya kita juga bisa panen telur yang akan menjadi jangkrik dewasa.

Telur – telur itu bisa kita jual kepada peternak jangkrik, dari ketika panen, kita bisa mendapatkan dua keuntungan.

Semoga apayang sudah kita bayangkan bisa benar – benar kita dapatkan..Aamiin.

Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Demikian tahapan – tahapan budidaya jangkrik dari awal membuat kandang, pemilihan bibit yang baik sampai panen sudah kami sampaikan.

Semoga anda semua bisa menjadi pengusaha jangkrik yang sangat sukses, karena melihat pangsa pasar saat ini.

Pecinta burung kicau dan ikan hias semakin meningkat, dengan melihat banyaknya perlombaan yang diadakan diberbagai daerah.

Dengan begitu berarti pengusaha jangkrik bisa lebih banyak mendapatkan konsumen.

Semoga uraian di atas bisa membawa manfaat bagi kita semua..Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *