Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Siapa yang belum pernah mendengar kata cacing ? semua orang pasti sudah pernah mendengar kata cacing tersebut.

Bahkan ada sebagian orang yang sangat takut serta jijik dengan hewan yang satu ini.

Tetapi jangan salah, cacing sekarang banyak dicari oleh pengkoleksi ikan hias, bisa arwana, louhan dan berbagai ikan hias lainya.

Selain banyak dicari oleh pengkoleksi ikan hias, binatang ini yaitu cacing juga bisa sebagai obat bagi manusia.

Bisa kita jumpai diapotik yang menjual kapsul cacing, obat apakah itu sebenarnya, kalau orang terdahulu sering mencari cacing kemudian dibersihkan dan direbus.

Gunanya untuk mengobati penyakit penyakit typus, tetapi semua itu kembali kepada pelakunya, mempercayai atau tidak kita kembalikan kepada masing – masing pribadi.

Selain sebagai pakan ikan hias, sebagai obat, cacing juga sudah masuk pada dunia kecantikan atau kosmetik, yaitu sebagai bahan pelembab dan meremajakan kulit pada dunia kecantikan.

Ternyata hewan yang dianggap oleh sebagian orang termasuk hewan yang menjijikan, dibalik itu semua nyatanya hewan yang satu ini memiliki nilai jual yang cukup menggiurkan.

Karena sudah menjelajah sampai dunia kecantikan, bisa dibayangkan bahwa sekarang ini banyak perempuan yang menginginkan kulitnya menjadi lebih muda.

Biar bisa lebih eksis di dunia maya, namun itu hanya sebagian saja ya, tidak semua perempuan seperti itu.

Ada juga perempuan yang ingin menampakkan inner beauty atau kecantikan yang berasal dari dalam diri sendiri.

Pertanyaannya….Apakah kita harus mencari satu per satu di sawah ? sampai terkumpul beberapa kilogram ? jawabnya tentu tidak, karena hewan yang menyukai tanah lembab ini sekarang sudah bisa dibudidayakan sendiri. inilah Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Bagaimana cara yang benar agar kita bisa membudidayakan cacing tanah ini agar bisa berkembang cukup pasat ?

Tentunya harus dipersiapkan segala sesuatunya dengan benar, agar apa yang sudah kita bayangkan benar – benar bisa kita raih.

Cacing tanah yang biasa dibudidayakan adalah cacing tanah dengan jenis Lumbricus Rubellus yaitu cacing yang warna tubuhnya merah.

Karena cacing tanah dengan jenis ini pertumbuhan serta perkembangbiakannya paling cepat dibandingkan dengan jenis yang lain.

Di dalam membudidayakan cacing tanah yang berjenis Lumbricus Rubellus apakah ada kendalanya ?

Sebenarnya tidak ada kendala yang cukup berarti, asalkan ada tempat, medianya tersedia, perawatannya bisa maksimal.

Maka kita pasti akan memanennya ketika saat yang ditentukan telah tiba, semua tergantung dari kamauan pada diri masing – masing.

Mau atau tidaknya kita kembalikan kepada diri kita masing – masing, karena banyak orang diluar sana yang belum mencoba tetapi sudah takut duluan.

Takut dengan kegagalan, takut dengan sumua mua yang bisa menyebabkan kebangkrutan.

Dicoba saja belum tetapi sudah ketakutan terlebih dahulu, alangkan lebih bijaksana kalau kita mencoba terlebih dahulu.

Namanya kegagalan itu adalah langkah awal menuju kesuksesan, kesuksesan yang hakiki, yang tidak akan pernah diperoleh manusia atau orang yang takut untuk mencoba.

Berkut ini akan kami bagikan apa saja yang harus dipersiapkan agar budidaya cacing ini bisa berkembang dengan baik.

Yang pertama dan yang paling utama adalah persiapan Media.

Kalau budidaya jangkrik dan burung kita membutuhkan kandang, maka kalau budidaya cacing tanah ini kita tidak membutuhkan itu.

Persiapkan barang bekas yang ada di sekitar tempat tinggal anda, kayu atau bambu bekas, papan atau triplek, bagor atau bungkus beras dalam satuan 50 kg, serta tanah dan serbuk sisa gergaji.

Kenapa ada kayu atau bambu ? gunanya sebagai meja, atai sebagai dasarnya.

Cara pembuatannya:

Rangkailah kayu atau bambu yang sudah dipersiapkan, bentuklah seperti meja, kemudian pada bagian atasnya pasang papan atau triplek yang sudah dipersiapkan, kemudian baru bagor bekas beras tadi diletakkan diatas papan atau triplek yang sudah berbentuk meja.

Dengan ukuran kurang lebih 90 x 50 x 30 cm, tapi jangan berpatokan dengan ukuran ini, karena luas lahan bisa disesuaikan dengan ukuran.

Bentuknya jangan datar yaa, tetapi papan atau triplej yang menjadi dasar atas meja tersebut masih harus kita beri sisa kayu pada atasnya.

Fungsinya untuk menaruh media tanah serta serbuk bekas gergajian, jangan lupa, binatang cacing menyukai media yang lembab.

Jadi tanah dengan campuran serbuk gergaji yang sudah dicampur jangan lupa untuk ditambah air.

Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, harus disesuaikan dengan banyaknya media yang sudah kita persiapkan.

Tatacara Budidaya Cacing Tanah
Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Sebagai tambahan, tempat yang sudah kita persiapkan tersebut jangan diberi tutup, karena pengalaman kami, andai diberi tutup cacing malah akan kabur.

Karena cacing takut dengan cahaya terang, jadi kesimpulannya, tempat budidaya cacing jangan sampai diberi penutup di atasnya.

Kalau cara di atas dirasa kurang efisien dan bayangannya terkesan ribet, maka pemanfaatan kotak atau box bekas juga bisa.

Untuk efisiensi tempat, ada baiknya kalau tempat budidaya dibuat secara susun, karena untuk memaksimalkan tempat.

Kalau tempat budidaya sudah siap, maka hal berikutnya yang harus dipersiapkan adalah media, yaitu tanah, serbuk bekas gergaji, pupuk kompos bisa juga pupuk kandang.

Kemudian semua bahan yang sudah kami tuliskan diatas di campur, kemudian ditaruh pada tempat budidaya yang sudah dipersiapkan, atau pada box yang sudah kita persiapkan.

Isi tempat budidaya dengan camputan tanah dan teman – temannya tadi setinggi kira – kira 5 – 10 cm.

Jangan lupa, tempat budidaya jangan langsung terpapar matahari secara langsung kalau siang hari.

Sedangkan kalau malam hari harus ada pencahayaan juga, karena cacing takut dengan cahaya, maka siang dan malam harus diberikan cahaya tetapi jangan secara langsung.

Jangan lupa untuk menyemprotkan air agar media yang sudah disiapkan bisa terus lembab, karena cacing tanah suka dengan kelambaban.

 Yang kedua adalah Pemilihan Bibit

Normalnya setiap wadah atau tempat budidaya cacing, bisa juga box berisi antara 50 sampai 100 ekor cacing.

Kalau memungkinkan dan anda mempunyai waktu yang cukup, bisa anda mencari di alam liar yang mana terdapat tanah lembab, atau tumpukan kotoran hewan.

Bisa sapi, bisa juga kerbau, karena cacing ini menyukai kotoransapi dan kotoran kerbau.

Kalau dirasa susah untuk mencari jumlah cacing sabanyak itu, bisa juga anda untuk membelinya dari peternak cacing yang yang siap panen.

Kalau sudah siap semua, media dan cacingnya, maka ada baiknya untuk mengikuti langkah berikut ini.

Tempat, media serta cacing sudah siap, kemudian langkah selanjutnya adalah :

Masukkan bibit cancing pada tempat yang sudah diberi media tanahdengan berbagai campuran tadi.

Tunggu hingga 2 bulan, selama proses menunggu tersebut jangan lupa untuk terus memberi pakan yang terdiri dari kompos yang berasal dari daun – daun sayuran.

Bisa daun sawi, daun bayam, daun kangkung dan berbagai jenis sayuran, bisa juga pakan cacing dari ampas sisa proses pembuatan tahu.

Setelah penantian selama 2 bulan, maka sudah sangat terlihat hasilnya, cacing yang ada pada tempat budidaya akan berubah menjadi lebih banyak.

Itu menandakan bahwa proses budidaya yang kita kerjakan sukses, kalau kita ingin memisahkan sebagai isian pada media baru.

Saat seperti ini sangat tepat, karena cacing sudah siap dipanen, kalau tidak, pilihlah cacing dengan ukuran tubuh yang lebih besar dari yang lain.

Karena dengan begitu, cacing pada tempat yang baru tersebut akan cepat berkembang biak juga.

Cacing merupakan hewan HERMAPRODIT atau hewan yang mempu untuk merubah jenis kelaminnya sendiri.

Tetapi cacing tidak bisa membuahi dirinya sendiri tanpa adanya perkawinan dari cacing yang lain.

Kalau anda memang benar – benar berminat, maka sebagai gambaran saja, perkembang biakan cacing ini tergolong sangat cepat.

Yang awal pembibitan mulai dari 50 – 100 ekor cacing, bisa berubah menjadi 100.000 ekor cacing dalam kurun waktu satu tahun.

Baca juga tatacara budidaya jangkrik

Sepasang cacing yang melakukan perkawinan, akan menghasilkan 1 kokonatau satu telur, yang mana 1 kokon ini bisa menetas dalam kurun waktu 2 minggu sebanyak kurang lebih 20 ekor cacing.

Maka potensi pembudidayaan cacing ini sebenarnya sangat potensial sekali kalau anda benar – benar menginginkannya.

Tahap berikutnya adalah Penggantian Media Tanah

Dikarenakan perkembang biakan cacing sangatlah pesat, maka media tanah juga harus kita perhatikan.

Media tanah yang sudah terlalu banyak cacing dan kokon atau telur cacing harus diganti dengan yang baru.

Penggantian media tanah ini harus dilakukan setiap satu sampai dua bulan sekali, dengan cara cacing dikeluarkan semua dari tembap budidaya.

Kemudian pindahkan ditempat dengan media tanah yang baru, dengan campuran seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Apakah bekas media ini kemudian dibuang ? jangan..karena dimungkinkan bekas media tersebut masih terdapat kokon atau telur cacing.

Biarkan bekas media yang cacingnya sudah dipindahkan tersebut sampai beberapa hari, karena kokon pastinya akan berubah menjadi cacing dewasa.

Langkah berikutnya adalah Penanggulangan Hama

Apakah ada hama bagi cacing ? tentu ada, ketika anda semua menyiapkan tempat budidaya cacing, jangan lupa kaki dari tempat budidaya cacing tersebut harus diberi mangkuk berisi air.

Gunanya untuk mencegah hama berdatangan di tempat budidaya cacing, biasanya adalah semut.

Bisa juga hama yang lain yangbisa mengancam kelangsungan hidup cacing –cacing ini, diantaranya adalah ayam, kumbang, lipan, lintah serta kutu.

Dari semua hama yang kami tuliskan di atas, yang paling sering mengganggu adalah semut.

Maka pada setiap kaki tempat budidaya harus diberi mangkuk berisi dengan air, gunanya untuk mencegah agar semut tidak dating ke tempat budidaya cacing.

Cara yang lain dan tidak kalah manjur yakni dengan mengikat kaki tempat budidaya cacing dengan menggunakan kain yang sudah diberi minyak tanah atau solar.

Bisa juga dengan menggunakan kapur anti serangga, silahkan anda ingin menggunakan yang mana.

Maksud dan tujuannya tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencegah datangnya semut ke tempat budidaya cacing.

Tahap berikutnya adalah tahap yang paling ditunggu yaitu tahap Pemanenan Cacing

Ketika panen sebenarnya kita pembudidaya cacing bisa mendapat 2 keuntungan, keuntungan apa saja gerangan :

Yang pertama adalah pastinya keuntungan dari panen cacing yang siap untuk dijual.

Dan keuntungan yang kedua adalah tanah bekas cacing berkembang biak. Kenapa bisa demikian ?

Karena tanah bekas cacing berkembang biak bisa dijual sebagai pupuk organic dan harha jualnyapun juga mahal.

Karena tanah bekas cacing itu mengandung unsure hara yang terurai dengan sempurna.

Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Semoga dengan mengetahui bagaimana cara budidaya cacing ini, anda semua bisa menerapkannya pada kehidupan anda.

Dan doa dari kami semoga anda sukses menjadi pembudidaya cacing asalkan semua tahapan dilakukan dengan benar.

Jangan lupa untuk terus berkoordinasi dengan rekanan anda, agar tidak terjadi kegagalan di dalam pembudidayaan cacing ini.

Semoga sukses dan selamat mencoba..

Terima kasih sudah membaca tatacara budidaya cacing pada halaman kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *