Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Jamur adalah tanaman yang biasa tumbuh di daerah dengan keadaan atau tempat dengan suhuyang lembab.

Masyarakat kita pada jaman dahulu sering mencari jamur biasanya pada musim penghujan.

Karena pada saat itu jamur amat sangat mudah ditemukan, bisa dikebon, dibawah pohon yang cukup rindang dan dibeberapa tempat yang lembab.

Ada apakah dengan jamur ini ? sebenarnya tidak ada apa – apa, tetapi memakan jamur apalagi cara pengolahannya benar.

Pasti aka nada sensasi yang sangat luar biasa. Sedikit cerita tentang jamur, waktu kita kecil pasti kita pernah mencari jamur dan memasaknya sendiri.

Setelah mencari jamur ditempat – tempat yang lembab dengan susah payah, karena harus becek – becekan.

Kepana harus becek – becekan ? karena memang jaman dahulu jamur hanya ada pada tanah yang notebennya lembab.

Jamur yang sudah kita dapat dibersihkan ala kadarnya, kemudian diberi garam secukupnya.

Sambil mempersiapkan kayu bakar, kemudian dibakar dengan waktu yang tidak begitu lama.

Setelah dirasa matang kemudian dimakan beramai – ramai dengan teman sepermainan.

Sungguh pengalaman yang entah kapan bisa diulang kembali, karena masa kecil anak jaman sekarang sudah dihiasi dengan gadget.

Ingin kembali merasakan sensasi masa – masa kecil yang dipenuhi dengan canda tawa seperti itu.

Itu hanya sekilas lalu cerita mengenai jamur, yang hanya bisa diceri atau keberadaannya hanya pada musim penghujan saja.

Tetapi jaman sekarang jamur sudah bisa kita jumpai kapan saja dan pada musim apa saja.

Karena jamur sekarang sudah bisa dibudidayakan oleh siapa saja. Dan dengan cara yang menurut kami mudah.

Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis, karena Negara kita juga mempunyai iklim seperti itu.

Maka budidaya jamur sangatlah cocok apabila dilakukan di Negara kita yaitu Indonesia.

Berapa biaya yang harus disiapkan untuk bisa membudidayakan jamur tiram ini ?

Sebenarnya tidak begitu mahal, karena banyaknya stok yang melimpah untuk bahan bakunya.

Bagian yang menurut kami sedikit sulit adalah membuat baglog yaitu media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Jamur juga memiliki nama latin yaitu Pleurotus ostreatus yang termasuk ke dalam kelompok Basidiomycota.

Kenapa jamur tiram disebut dengan jamur tiram ? pasti ada sesuatu yang disangkut pautkan dengan jamur tiram ini.

Karena jamur tiram ini seperti tiram, karena bentuknya seperti tiram maka jamur ini dinamakan jamur tiram.

Jangan salah untuk memilih jamur tiram ini, karena bentuk dari jamur tiram ini sangat khas dan sangat kita bisa untuk membedakannya.

Jamur tiram ini memiliki warna putih, seperti lingkaran tetapi hanya separuh dan apabila di alam liar biasanya kita temukan pada batang kayu yang sudah lapuk.

Tetapi harus hati – hati apabila menemukan jamur di alam liar, harus ditanyakan kepada ahlinya.

Karena bisa jadi jamur yang kita temukan di alam liar termasuk jamur yang beracun.

Jadi jarus ditanyakan kepada yang benar – benar tahu seluk beluk jamur.

Cara Budidaya Jamur Tiram   

Ada beberapa tahapan untuk membudidayakan jamur tiram ini, yang paling utama adalah dua tahapan

Yaitu yang pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas.

Tahap yang Kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah, sebenarnya hanya itu tahapannya.

Amat sangat mudah khan…

Bagi anda yang masih baru dalam budidaya jamur tiram ini, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah.

Pertanyaan yang lain yang sering kami temukan adalah bagaimana cara mendapatkan bagog untuk budidaya jamur tiram ini ?

Sudah banyak pengrajin atau pembuat baglog yang bisa kita ketemukan. Tetapi kalau kita sudah mengetahui bahan apa saja yang dicampurkan, kedepannya kita bisa membuat sendiri.

Setelah kita mendapatkan baglog dan siap untuk budidaya jamur tiram, hal yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan kumbung.

Apakah kumbung ini ? kumbung adalah rumah jamur, karena sebagai tempat untuk tumbuhnya jamur.

Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan yang diisi dengan rak – rak untuk meletakkan baglog.

Bangunan itu harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban, agar rang tjamur bisa berkembang dengan baik.

Kumbung biasanya terbuat seperti rak yang terbuat dari kayu atau bambu yang disusun ke atas.

Tatacara Budidaya Jamur Tiram
Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Dinding kumbung bisa dibuat dari anyaman bamboo nama lainya gedek atau bisa juga menggunakan papan.

Bagian atas tempat budidaya jamur tiram ini hendaknya bahan yang bisa menjaga kelembaban.

Bisa genteng atau sirap, jangan menggunakan bahan asbes atau bahan seng, karena kedua bahan itu bisa mendatangkan suhu yang panas.

Bagian bawah atau lantai usahakan jangan di plester atau dikeramik, usahakan masih tradisional saja alias masih tanah saja.

Karena jamur ini menyukai tempat yang lembab, dan tanah bisa menjaga kelembaban.

Jangan lupa untuk terus menyiram baglog agar kelembaban jamur terus terjaga, jangan terlalu sering dan jangan terlalu lama untuk menyiram baglog ini.

Kalau keseringan disiram kemungkinan besar akan membusuk, dan kalau terlalu lama menyiram airnya maka baglog yang sudah ada bibit jamurnya akan kering.

Jamur menyukai tempat yang lembab, maka dari itu, bagi anda yang akan membudidayakan jamur tiram mohon untuk bisa mengindahkan himbauan kami ini.

Di dalam kumbung biasanya dilengkapi degan rak yang dibuat bertingkat, fungsi dari rak tersebut untuk menyusun baglog.

Rangka rak bisa dibuat dari bamboo atau kayu bekas, yang penting kuat untuk menahan baglog yang banyak.

Rak diletakkan berjajar, gunanya apa ? agar perawatan jamur bisa dipantau. Jangan lupa untuk menyiapkan lorong diantara rak – rak tersebut sebagai jalan untuk perawatan.

Untik ukuran tinggi ruang dan rak – rak yangada sebaiknya kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2- 4 tingkat, tergantung lokasi budidaya jamur tiram ini.

Lebar rak kurang lebih 40 cm untuk panjang bisa juga disesuaikan dengan kondisi tempat budidaya jamur tiram ini.

Kalau prediksi rak yang dibuat seperti ini setiap rak bisa memuat 40 – 60 baglog. Semua bisa kita kondisikan dengan lokasi tempat budidaya jamur tiram ini.

Bagaimana cara Budidaya Jamur Tiram ?

Tatacaranya adalah sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung tidak ada salahnya melakukan persiapan dan langkah – langkah sebagai berikut :

Bersihkan kumbung dan rak –rak yang akan dipergunakan menyimpan baglog dari segala jenis kotoran.

Langkah selanjutnya adalah memberikan penyemprotan dan pengapuran dengan fungisida pada bagian dalam kumbung.

Kemudian setelah melakukan duanya, diamkan selama kurang lebih dua hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.

Karena bahan untuk menyeterilkan kumbung mengandung bau, maka jangan ada aktifitas selama kurun waktu yang ditentukan.

Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk dibudidayakan dan permukaan dari baglog sudah ditutupi serabut putih.

Langkah berikutnya adalah Menyiapkan Baglog

Pada pemaparan di atas sudah kami berikan sedikit pengetahuan tentang baglog, baglog adalah media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram.

Bahan utama pembuatan baglog adalah bekas atau limbah dari gergaji kayu, yaitu serbuk gergajinya.

Sebagai bahan utama baglog, serbuk gergaji harus benar – benar dipilih yang benar – benar bagus.

Agar jamur yang dihasilkan juga bisa bagus, karena jamur tiram termasuk jamur kayu.

Kemudian serbuk gergaji yang sudah dipersiapkan tadi dimasukkan pada plastic yang berbentuk silinder.

Dimana salah satu ujungnya diberi lubang, fungsi dari lubang tersebut sebagai tempat tumbuhnya jamur.

Karena ada lubang pada bagian ujungnya, maka jamur yang sudah mulai tumbuh akan mencari ruang kosong, yaitu lubang yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Baca juga :

Tatacara Budidaya Cacing Tanah

Tatacara Budidaya atau Ternak Jangkrik

Kalau tidak salah, dan belum mengalami kenaikan, harga baglog jamur tiram yang mempunyai bobot sekitar 1 kg dijual dengan kisaran harga Rp.2000 – Rp.2.500.

Tetapi kalau anda yang berniat membudidayakan jamur tiram ingin membuat baglog sendiri, jangan segan untuk bertanya kepada para ahlinya.

Bagaimana Cara Merawat Baglog ?

Tentunya cara yang paling ampuh adalah diperhatikan kelembaban kondisi ruang serta ketersediaan air yang mengisi baglog.

Bagaimana cara menaruh baglog dengan benar ? ada dua cara dalam menyusun baglog dengan benar.

Yaitu dengan menyusun pada rak yang sudah dipersiapkan dengan posisi secara vertical yaitu lubang baglog menghadap ke atas. inilah Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Dan dengan cara menaruh baglog secara horizontal, yaitu lubang pada baglog menghadap kesamping.

Kedua cara ini memiliki kelebihan masing – masing, apabila baglog disusun secara horizontal maka lebih aman dari siraman air.

Apabila dalam penyiraman airnya dirasa kelabihan, maka air tersebut tidak akan masuk ke dalam baglog.

Dan ketika jamur tiram sudah siap panen, maka pemanenan jamur tiram juga akan menjadi lebih mudah.

Tetapi pasti menyusun baglog dengan cara horizontal ada kelemahannya, yaitu dalam penyusunan baglog akan dangat menyita ruang.

Tatacara Budidaya Jamur Tiram
Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Semua kembali kepada anda semua, mau menerapkan dengan cara menghadap ke atas, atau dengan cara menghadap kesamping.

Langkah berikutnya adalah menyusun baglog, tetapi sebelum baglog disusun buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog.

Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari, usahakan lantai budidaya jamur tiram lantainya dari tanah, maka lantai tersebut harus disiram dengan air.

Gunanya untuk menjaga kelembaban ruang penyimpanan baglog, dengan begitu jamur akan berkembang dengan sempurna.

Setelah itu potong ujung baglog, gunanya untuk memberikan ruang pertumbuhan jamur yang lebuh lebar.

Kondisi seperti ini biarkan selama kurang lebih 3 hari dan jangan disiram lebih dulu, penyiramannya hanya dilakukan pada lantai saja.

Penyiramannya jangan asal, lakukan penyiraman dengan menggunakan sprayer, dan penyiramannya membentuk butiran air atau kabut.

Bukan tetesan air, semakin pas dan tepat penyiramanya maka hasilnya akan semakin baik.

Lakukan penyiraman dua sampai tiga kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembaban kumbung.

Suhu di dalam kumbung kalau bisa pada kisaran 16 – 24 oC.

Kemudian baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, tunggu sampai kira – kira 1 – 2 minggu.

Kalau semuanya sudah dilakukan dengan benar dan baik, maka langkah selanjutnya adalah pemanenan.

Kapan bisa Panen Jamur Tiram ?

Apabila semua prosedur dipatuhi dan dilaksanakan dengan benar, maka dalam kurun kurang lebih 1 – 2 minggu maka baglog yang tertutup tadi sudah siap untuk dibuka.

Maka akan tampaklah jamur – jamur putih nan elok telah menunggu dan siap untuk dipanen.

Alangkah bahagianya hati ini apabila apa yang sudah kita lakukan dalam waktu yang lumayan lama dan biaya yang lumayan juga.

Akhirnya bisa kita panen, dan pastinya akan menambah tebal isi dompet kita..

Perlu di ingat juga bahwa baglog jamur tiram bisa dipanen 5 – 8 kali apabila perawatannya sesuai dengan prosedur.

Berarti dalam kurun waktu itu kita tidak usah mengeluarkan untuk membeli atau membuat baglog yang baru.

Setiap baglog yang mempunyai berat satu kulo gram bisa menghasilkan jamur sebanyak 0,7 – 0,8 kg dan pastinya dikalikan berapa baglog yang anda punya.

Pemanenan harus dilakukan pada jamur tiram yang sudah mekar saja, apabila masih kuncup jangan dipanen.

Karena belum memenuhi kebutuhan pangsa pasar, karena kebanyakan jamur yang diinginkan adalah jamur yang sudah mekar.

Dan perlu menjadi bahan pertimbangan saja, di dalam pemanenan jamur, jangan sampai jamur yang kita panen tudungnya sudah pecah warnanya.

Dan warna jamur tiramnya harus yang benar – benar putih bersih.

Masa panen juga harus disesuaikan, jangan sampai terlewat dengan waktu yang sudah ditentukan.

Apabila lewat setengah hari saja maka warna jamur akan berubah menjadi agak kuning kecoklatan dan pastinya tudungnya akan pecah.

Apabila kita menjumpai kondisi seperti ini, maka jamur akan cepat layu dan kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Bagaimana saudara – saudara, sudah terkumpulkah niat untuk segera melaksanakan budidaya jamur tiram ?

Sungguh budidaya yang bisa membahagiakan siapa saja, karena saat ini panganan khususnya jamur sudah banyak diminati banyak orang.

Dengan berbagai varian rasa serta penyajiannya, ada tongseng jamur, sate jamur, semur jamur, dan masih banyak lagi penyajian jamur yang ditawarkan oleh pedagang.

Tatacara Budidaya Jamur Tiram

Semoga apa yang sudah saya sampaikan di atas bisa menambah pengetahuan serta wawasan di dalam membudidayakan jamur tiram.

Semoga bisa bermanfaat bukan hanya untuk pembudidaya saja, tetaji juga bagi siapa saya yang mengkonsumsinya.

Terima kasih kami ucapkan atas atensi anda semua sudah mampir di blog kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *